Pedagang Hewan Kurban dari Luar Ibu Kota Wajib Urus SIKM

Dokter hewan memeriksa kondisi kesehatan dan kelayakan hewan sapi di Pekalongan, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mewajibkan pedagang hewan dari luar ibu kota memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) sebagaimana diatur dalam Pergub DKI Nomor 60 Tahun 2020. Keputusan ini disampaikan sehubungan Hari Raya Idul Adha yang berlangsung pada bulan ini.

“Setiap pedagang dan atau pekerja yang berasal dari luar Provinsi DKI Jakarta, kecuali yang memiliki KTP-e Jabodetabek wajib memiliki Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM),” ujar Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPK), Darjamuni, Kamis (2/7).

DKPK menyatakan, pedagang hewan kurban yang akan berjualan di wilayah DKI Jakarta harus mengajukan perizinan pemasukan ternak melalui DPMPTSP tingkat Kota. Mereka harus melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan hasil uji laboratorium negatif anthraks.

Kemudian, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan di tempat penjualan dan penampungan hewan kurban. Hewan yang telah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat akan diberikan SKKH.

Adapun lokasi penampungan dan pemotongan hewan kurban akan ditetapkan oleh Bupati atau Wali Kota dengan memperhatikan Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar pada masa Transisi Menuju Masyarakat Aman, Sehat dan Produktif.

“Untuk daerah yang sangat padat penduduk dan daerah yang ditetapkan sebagai zona merah, pemotongan hewan kurban dipindahkan ke Rumah Potong Hewan dan atau fasilitas pemotongan yang telah ditetapkan,” katanya. (SD)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here