Polsek Kemayoran Berantas Calo Perpanjangan SIM

perpanjangan SIM
Kanit SIM Polres Metro Jakarta Pusat, AKP P. Panjaitan, saat memeriksa suhu badan para pemohon perpanjangan SIM di Polsek Kemayoran, Rabu (10/6). Foto: M. Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi lokasi para pemohon perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) yang berdomisili di wilayah pusat ibu kota. Kanit SIM Polres Metro Jakarta Pusat, AKP P. Panjaitan, memastikan bahwa tidak ada calo di kawasan tersebut.

Ia menuturkan, orang yang menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk mengurus sesuatu berdasarkan upah itu sudah diberantas. Panjaitan pun menegaskan bahwa tidak ada calo di semua kantor satuan pelayanan administrasi (satpas) perpanjangan SIM di seluruh wilayah ibu kota.

“Calo sebenarnya tidak ada, sudah kita berantas semuanya. Kita tetap tidak melayani tawar-menawar (soal pengurusan SIM),” ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/7).

“Kalau itu semuanya (memberantas calo) anjuran dari pemerintah dan pimpinan-pimpinan, yang namanya calo itu tidak diperbolehkan. Karena itu (calo) membuat resah semua pemohon SIM,” paparnya menambahkan.

Selain itu, ia juga memaparkan terkait mekanisme yang telah disiapkan oleh para petugas. Personel yang ada di lapangan ada 8 orang, mereka dengan tegas menyampaikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

“Selama melayani masyarakat yang ingin memperpanjang SIM, kita mengacu anjuran pemerintah, yakni protokol kesehatan Covid-19. Kita sudah menyampaikan itu kepada mereka (para pemohon), terutama memakai masker, petugas juga akan menegur pemohon yang tidak patuh,” tuturnya.

Hingga kini, lanjut Panjaitan, Polsek Kemayoran telah melayani ribuan pemohon. Ia berujar, sejak beroperasi pada tanggal 30 Mei lalu, sekitar 5.000 pemohon perpanjangan SIM telah dilayani.

Namun, ia mengakui jika masih ada para pemohon yang tidak menerapkan physical-social distancing (menjaga jarak) di sana. Tapi, ia memastikan bahwa mereka mengenakan masker, baik itu masker medis ataupun masker kain berlapis.

“Hampir semuanya memakai masker. Hanya karena tempat kita ini terbatas yang tidak bisa dihindarkan ya menjaga jarak antarpemohon di lokasi,” keluh Panjaitan.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here