Urai Antrean, KRL dari Bogor Berangkat Lebih Pagi dan Tambahan 150 Bus Gratis

Ratusan calon penumpang KRL Commuter Line mengantre menuju pintu masuk Stasiun Bogor di Jawa Barat, Senin (8/6/2020). Antara Foto/Arif Firmansyah

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menyatakan penambahan kapasitas gerbong commuter line atau KRL melebihi 35 persen belum dimungkinkan saat ini. Sebagai gantinya, pemerintah akan menjadwalkan pemberangkatan kereta lebih pagi.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, kebijakan ini diambil berdasar temuan kasus positif covid-19 ketika dilakukan swab test di Stasiun Bogor, Selasa (7/7) lalu. Dua dari 155 penumpang yang menjalani tes usap dinyatakan positif Covid-19.

“Atas dasar ini pula masih belum memungkinkan untuk menambah kapasitas gerbong yang sekarang 35 persen untuk ditambah lagi,” ujarnya, Ahad (12/7).

Berdasar rapat koordinasi bersama Kemenko Maritim, Kementerian Perhubungan, dan Pemprov DKI, pemerintah mengambil kebijakan pemberangkatan kereta lebih awal. Dalam rapat secara virtual itu, disimpulkan bahwa situasi masih belum aman dari penyebaran Covid-19.

“Karena itu yang dilakukan pertama adalah menambah jadwal KRL,” katanya.

Bima menjelaskan, ada dua jadwal yang berangkat lebih pagi dari Stasiun Bogor, yakni di jam 03.15 WIB dan 03.30 WIB setiap harinya. Kedua menambah layanan bus tumpangan gratis di Stasiun Bogor.

“Jadi ada 150 bus totalnya yang akan disiapkan mulai Senin besok, terdiri dari 75 unit dari Kemenhub dan 75 unit dari Pemprov DKI Jakarta. 10 bus diantaranya akan berangkat dari pool bus Damri di samping Botani. Sisanya, 140 bus akan berangkat dari stasiun Bogor,” papar Bima.

Bus gratis berangkat dari Stasiun Bogor untuk mengangkut penumpang ke titik tujuan Sudirman, Tanah Abang, Juanda, Manggarai dan Tebet. Sementara bus yang berangkat dari Pool Damri memiliki tujuan Sudirman dan Juanda.

“Jadi ini untuk perhatian seluruh warga, mudah-mudahan ini bisa mengurai. Karena hitung-hitungan kami, lonjakan penumpangan di pagi hari ini masih bisa dicairkan apabila busnya ditambah,” imbuhnya.

Berdasarkan kesepakatan, kapasitas bus akan ditambah sampai 70 persen. Kira-kira ada 40 penumpang kapasitas dalam satu bus.

“Kalau 40 x 150 berarti ada sekitar 6.000-an penumpang yang bisa terangkut. Ini mudah-mudahan bisa mencairkan kepadatan,” jelasnya. (mi)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here