Sebanyak 432 Orang Terinfeksi Covid-19 di Jakarta

Ilustrasi Covid-19.

Indonesiainside.id, Jakarta – Penambahan kasus orang positif Covid-19 di jantung Ibu kota setiap harinya masih tinggi. Apabila dihitung rata-rata, hampir 500-an terpapar Covid-19 di DKI Jakarta.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani menyampaikan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 6.264 spesimen. 5.344 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 432 positif dan 4.912 negatif.

“Untuk jumlah orang dites sepekan terakhir sebanyak 43.500. Sedangkan, untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 37.663,” kata Fify dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

“Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah empat kali lipat standar WHO,” ujarnya.

Kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah.

Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya.

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 Laboratorium Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7.157 kasus (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 21.201 kasus.

Dari jumlah tersebut, 13.208 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 836 orang meninggal dunia. Fify menyampaikan, untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 6,8 persen, sedangkan Indonesia sebesar 14,5 persen.

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen. Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator persentase kasus positif patut diragukan. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here