Pemkot Tangerang Awasi Penyembelihan Hewan Kurban

Sapi atau hewan kurban di Jakarta Timur. Foto: antara

Indonesiainside.id, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang ikut melakukan pengawasan terhadap penyembelihan hewan kurban yang dilakukan masyarakat dengan harapan panitia selalu menerapkan protokol kesehatan.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah di Tangerang, Sabtu(1/8), mengatakan komunikasi dengan MUI dan DMI telah dilaksanakan tiga pekan sebelum Idul Adha.

Pemkot Tangerang telah mengeluarkan Perwal Nomor 451/1652-Kesra/2020 mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban pada masa pandemi COVID-19 untuk selalu mengutamakan protokol kesehatan.

“Intinya tak ada keramaian, paket daging dianter oleh panitia ke rumah penerima dan panitia menggunakan APD dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan pada Idul Adha tahun ini Masjid Raya Al-A’zhom juga meniadakan penerimaan dan pemotongan hewan kurban demi mencegah kerumunan masyarakat yang berpotensi menjadi lokasi penularan Covid-19.

“Karena setiap tahun pasti banyak masyarakat yang datang, jadi ditiadakan agar tidak menjadi titik kerumunan yang besar,” kata Sachrudin yang juga Ketua DKM Masjid Raya Al-A’zhom.

Pada Idul Adha tahun ini, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah dan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menggelar Shalat Idul Adha di kediaman masing-masing.

“Seperti waktu Idul Fitri lalu, jadi shalatnya di rumah bareng keluarga sama yang di rumah,” kata Arief usai shalat di kediamannya di Jln. Sinar Hati No. 1 Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (31/7).

Arief juga mengatakan Idul Adha 1441 Hijriah dapat meningkatkan ketaqwaan umat muslim kepada Allah SWT dengan mengambil teladan dari para nabi.

“Ambil hikmah dari kisah teladan Nabi Ibrahim dan Ismail SAW dalam melaksanakan perintah Allah SWT,” katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Tangerang mengizinkan bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang akan menyelenggarakan shalat namun dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Baik untuk panitia di masjid maupun jamaah yang melaksanakan shalat. Contohnya wajib memakai masker, pengecekan suhu tubuh dan membawa perlengkapan salat masing-masing,” ujarnya.(EP/ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here