Ganjil Genap Akan Buat Pengendalian Covid-19 Jakarta Buyar

Aturan ganjil genap yang sebelumnya diberlakukan, kini masih belum akan diterapkan karena pandemi Covid-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran), Deddy Herlambang menilai pemberlakukan kembali pembatasan kendaraan bermotor dengan rekayasa plat Ganjil Genap sangat tidak tepat di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan ini dinilai hanya akan memicu penumpukkan orang di angkutan umum.

“Bila ganjil genap diterapkan otomatis publik akan kembali menggunakan angkutan umum massal, sementara angkutan umum massal juga masih terbatas keterisian maksimal 30 sampai 50 persen,” ujarnya, Senin (3/8).

Ia mencontohkan, saat ini moda MRT, KRL dan Transjakarta telah nyaman sesuai protokol kesehatan untuk dengan load factor (LF) 30 sampai 50 persen. Namun, katanya, dengan berlakunya ganjil genap, LF bisa lebih dari 50 persen.

“Karena pengguna kendaraan pribadi akan beralih mengunakan angkutan umum massal.  Bila hal ini dipaksakan pengkondisian jaga jarak antar penumpang sesuai arahan satuan tugas covid-19 akan gagal,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan lalu lintas berdasarkan sistem ganjil genap plat nomor kendaraan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Kebijakan ini merupakan penerapan kembali setelah lima bulan ditiadakan.

Ganjil genap berlaku mulai pagi ini di sejumlah ruas jalan yang sama dengan aturan sebelum pandemi, antara lain di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, dan Jalan MT Haryono.

Aturan ini berlaku setiap hari kerja mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB. Pembatasan ini sebelumnya sempat ditiadakan akibat pandemi Covid-19 akibat transportasi umum menjadi salah satu area yang berisiko terhadap penularan virus tersebut.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here