Kondisi 39 KUA di Jakarta Memprihatinkan, Wamenag Akan Mengadu ke Anies

Zainut tauhid Sa'adi
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut tauhid Sa'adi, Jakarta. Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Kondisi Kantor Urusan Agama (KUA), seperti di Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan KUA Kebon Jeruk Jakarta Barat sangat memprihatinkan. Di Provinsi DKI Jakarta saja, ada 44 gedung yang lokasinya tersebar di lima wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, menyampaikan dari 44 KUA, ada 39 KUA yang  kondisinya sangat memprihatinkan. Atau hampir 88,6 persen kantor KUA di DKI Jakarta kondisinya tidak layak.

“Saya melihat sangat memprihatinkan kondisi KUA yang lokasinya di wilayah ibukota Jakarta, kondisinya sangat buruk dan tidak layak. Sebagian besar bangunannya rusak berat bahkan ada beberapa yang atapnya hampir roboh,” kata Zainut, Selasa (4/8).

Lebih lanjut, ia menjelaskan kantor KUA tersebut rata-rata dibangun pada tahun 1992 oleh Pemda DKI Jakarta dan belum pernah dilakukan renovasi besar. Menurut dia, permasalahan utama yang dihadapi kantor KUA di wilayah DKI Jakarta adalah karena lokasi bangunannya berada di atas tanah Pemda DKI sehingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) tidak bisa melakukan pembangunan baik renovasi besar maupun renovasi total.

Karena ada Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 138 Tahun 2019 yang tidak membolehkan membangun bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Sementara Pemda DKI karena merasa urusan agama itu menjadi urusan pemerintahan yang tidak diotonomkan atau masih menjadi urusan Kemenag, maka perawatan dan renovasi KUA tidak dimasukkan ke dalam anggaran APBD-nya.

“Setelah kunjungan lapangan ini saya ingin silaturahmi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies Baswedan untuk membicarakan masalah ini, semoga ada solusi dan jalan keluar yang baik dari permasalahan ini,” ujarnya.

Ia menilai, Pemda DKI Jakarta selama ini memiliki perhatian yang sangat besar untuk program bidang agama, khususnya untuk pendidikan agama dan keagamaan. Bantuan untuk guru madrasah, guru ngaji, merbot masjid, ustadz dan pengasuh pondok pesantren yang dialokasikan di APBD selama ini sangat besar.

“Untuk hal tersebut saya meyakini Bapak Gubernur DKI Jakarta pasti akan memberikan perhatian masalah kantor KUA ini,” tuturnya. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here