Covid-19: IDI Mencatat 74 Dokter Meninggal Sejak Pandemi

Indonesiainside.id, Jakarta–Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 74 dokter telah meninggal sebagai pasien dan suspect Covid-19. Anggota bidang Kesektariatan, Protokoler, dan Public Relations PB IDI, Halik Malik mengatakan, jumlah dokter yang meninggal bisa jadi lebih banyak dari itu.

Data itu belum mencakup jumlah perawat, bidan dan dokter gigi yang juga meninggal akibat infeksi virus SARS-CoV-2 ini. “Sejauh ini data yang kami dapat hanya berdasarkan laporan dari keluarga dan teman-teman di akar rumput, jumlahnya bisa jadi lebih dari itu,” kata Halik, kepada Anadolu Agency, Kamis (6/8/2020).

Halik menuturkan analisis kasus per kasus menunjukkan bahwa ketidaksiapan dan penerapan protokol kesehatan dan alat perlindungan diri (APD) yang tidak merata di seluruh fasilitas kesehatan turut memengaruhi risiko yang menyebabkan dokter meninggal. Selain itu, pemeriksaan berkala terhadap tenaga kesehatan juga belum berjalan konsisten.

“Ada yang setelah enam bulan baru satu kali diperiksa, ada juga yang belum pernah. Idealnya sekali dua minggu atau setiap bulan di-swab supaya cepat terdeteksi,” lanjut dia.

Menurut IDI, penting bagi pemerintah untuk membuka data yang terintegrasi terkait tenaga kesehatan yang terdampak Covid-19. “Soal tenaga kesehatan yang terdampak ini mestinya juga dilihat sebagai salah satu indikator situasi penanganan pandemi,” ujar Halik.

Data yang akurat juga penting sebagai modal menganalisis faktor risiko dan langkah antisipatif yang bisa diterapkan. Halik menuturkan jika hal ini segera tidak ditangani dengan serius, maka petugas medis yang menjadi korban bisa terus bertambah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here