Pengurus Masjid Al-Ikhlas Pasar Minggu Sediakan Internet gratis untuk Pelajar

Para pelajar memanfaatkan fasilitas belajar daring gratis di Masjid Al-Ikhlash, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Surya Fachrizal Aprianus - Anadolu Agency)

Indonesiainside.id, Jakarta – Setelah hampir lima bulan sekolah dari rumah akibat pandemic Covid-19, Nayla Syakira Balqis,15, kembali bisa mengenakan seragam sekolahnya. Kemeja dan jilbab putih, serta rok panjang biru tua.

Tetapi yang dituju siswi kelas 3 SMP itu setiap pagi bukan gedung sekolah, melainkan aula masjid tak jauh dari rumahnya.

Tepatnya Masjid Al-Ikhlash, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Belajar di rumah rasanya seperti dikurung. Kalau di sini bisa bertemu teman-teman,” kata Nayla kepada Anadolu Agency, Senin (12/8).

Pagi itu ada enam anak usia sekolah yang sedang menikmati fasilitas belajar online yang disediakan Masjid Al-Ikhlash.

Mereka leluasa menggunakan sejumlah komputer dan koneksi internet gratis yang disediakan di sana.

Kata Ginda Sanjaya, relawan Masjid Al-Ikhlash, sebenarnya ada sekitar 15 anak yang hadir hari itu.

Tetapi mereka hanya datang sebentar sekitar pukul 7 hingga 8 pagi.

“Setelah absen dan online sebentar mereka pulang,” kata Ginda.

Ginda mengatakan program fasilitas belajar online di Masjid Al-Ikhlash telah berjalan sekitar dua pekan.

Kata dia, inisiatif tersebut muncul setelah ada keluhan sebagian jamaah masjid yang kesulitan memfasilitasi anak-anak mereka belajar jarak jauh di rumah.

Pengurus masjid kemudian membuka aula dan menyediakan koneksi Internet gratis untuk memfasilitasi pelajar yang tinggal di sekitar masjid.

Kapasitasnya sekitar 30 hingga 50 orang.

Bukan hanya untuk pelajar, pihak masjid juga menyediakan ruang kerja untuk warga yang harus bekerja dari rumah karena pandemi.

“Kita juga menyediakan coworking space (ruang kerja) gratis bagi yang membutuhkan,” kata Ginda menambahkan.

Pengurus masjid juga mewajibkan para siswa yang datang menggunakan masker dan menjaga jarak.

Lebih semangat belajar

Fasilitas belajar online bersama di Masjid Al-Ikhlash dirasa membuat anak-anak lebih semangat belajar.

Dinni Fitria, 23, yang datang dengan lima keponakannya merasa sangat terbantu.

“Anak-anak lebih semangat belajar karena bertemu orang lain. Bisa saling berbagi ilmu,” kata Dinni.

Dinni mengatakan, selain koneksi internet gratis, pihak masjid juga menyediakan laptop dan komputer.

Sehingga keponakan-keponakan tidak perlu bergantian seperti di rumah.

“Di rumah mood mereka jelek, suka berlari-lari. Di sini mereka ada teman, mengerjakan tugas lebih semangat,” tambah Dinni.

Dinni mengatakan, dirinya tidak diminta biaya sama sekali.

“Gratis dan tempatnya nyaman,” kata dia.

Nayla – yang juga keponakan Dinni – mengatakan, selama sekolah masih belum mengadakan belajar tatap muka, dia lebih senang belajar di masjid.

“Supaya masih bisa bertemu teman-teman dan masih bisa bercanda,” ujar Nayla.

Ginda, relawan Masjid Al-Ikhlash, juga mengajak warga untuk memanfaatkan fasilitas belajar dan bekerja di masjidnya.

“Anak sekolah, mahasiswa, ataupun pekerja yang butuh internet bisa datang ke sini. Kita akan terima dengan senang hati,” pungkas Ginda. (Aa/Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here