Sejak Maret 2020, Petugas Medis di Dua RSUD DKI Belum Terima Insentif

Seorang petugas medis beristirahat di sebuah rumah sakit di Kairo, Mesir, Selasa (14/7/2020). Xinhua/Ahmed Gomaa

Indonesiainside.id, Jakarta – Sejak bulan Maret lalu, para petugas medis di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DKI belum menerima insentif untuk penanganan Covid-19. Dua RSUD itu ialah RSUD Koja dan Pasar Minggu.

“Iya belum. Kalau kami dari Maret 2020 mestinya sudah mulai terhitung diberi insentif sampai saat ini. Persyaratan sudah, kemudian sampai saat ini personel untuk kami di RSUD Koja itu sama sekali belum diterima karena masih proses, mungkin,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Banjar, di Jakarta, Rabu (19/8).

Banjar menuturkan, dana insentif yang berasal dari pemerintah pusat tersebut tidak diberikan melalui RSUD Koja, tapi prosesnya akan dikirimkan lewat Pemda DKI dan akan langsung diterima oleh seluruh petugas medis di RS.

“Jadi nggak ke RS, tapi langsung dari badan pengelolaan keuangan daerah (BPKAD) langsung ke personel. Jadi itu kan butuh proses, memang sudah berjalan lima bulan ini dan mungkin karena Pemprov DKI harus buat perda dan aturan lain, karena dia menerima BOK (bantuan operasional kesehatan) baru dari kementerian, jadi mungkin masih proses,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Pasar Minggu, Yudi, membenarkan informasi belum cairnya dana insentif untuk tenaga medis dan dokter di tempatnya bekerja. Namun, dia enggan menjelaskan lebih lanjut perihal insentif untuk tenaga medis dan dokter tersebut.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here