Alhamdulillah, Sebagian Insentif untuk Tenaga Medis di DKI Cair Pekan Depan

Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung membantu pasien positif Covid-19 melakukan peregangan tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Willy Kurniawan/wsj.

Indonesiainside.id, Jakarta – Kabar gembira hadir bagi tenaga medis yang tengah berjibaku melawan pandemi Covid-19 di ibu kota. Pasalnya, sebagian insentif bagi mereka akan cair pekan depan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI, Edi Sumantri, memastikan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa insentif bagi mereka berasal dari anggaran yang dimiliki oleh pemerintah pusat.

“Rencananya DKI akan menerima dana Insentif untuk tenaga kesehatan sebesar Rp92,9 miliar. Namun, saat ini yg baru di transfer oleh pemerintah pusat dan masuk rekening kas umum daerah (RKUD) sebesar Rp56,2 miliar,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8).

“Selanjutnya, kami telah melakukan pergeseran anggaran berupa penambahan pagu anggaran pada dinas kesehatan (Dinkes) dan pelaksanaan proses input kedalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Dinkes. Kemudian, penerbitan Surat Penyediaan Dana (SPD) oleh BPKD DKI dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) serta Surat Perintah Membayar (SPM) dari Dinkes,” paparnya menambahkan.

Ia menuturkan, meski hari ini dan esok, Jumat (21/8) libur, BPKD DKI tetap masuk dan memproses sejumlah dokumen administrasi tersebut. Dengan demikian, lanjut Edi, insentif bagi tenaga medis di DKI sudah dapat dicairkan, Senin (24/8) mendatang.

“Maka Insya Allah, Senin tanggal 24 Agustus 2020 sudah dapat dicairkan (insentif untuk tenaga medis di DKI). Demikian agar menjadi maklum, terima kasih” tuturnya.

Saat ini, BPKD DKI masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait sisa pembayaran insentif bagi mereka (tenaga medis). Adapun besaran insentif yang diberikan untuk tenaga medis maksimal dalam sebulan yakni, dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp10 juta, bidan atau perawat Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

“Kami koordinasikan dengan Kemenkeu untuk percepatan transfer dana. Dana yg sudah masuk kami gunakan dulu untuk insentif tenaga kesehatan, lalu setelah dana tersebut tersalurkan semua kami akan kordinasikan untuk meminta percepatan transfer sisanya,” urai Edi. (RAM)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here