Penindakan Tilang Elektronik di Jakarta Meningkat

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo. Foto: M. Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Selama dua pekan, atau saat PSBB Transisi fase I tengah diterapkan, penindakan tilang elektronik terhadap pelanggar kebijakan ganjil-genap meningkat. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan adanya tilang elektronik di saat masa pandemi Covid-19 ini membantu polisi dan warga untuk menaati protokol kesehatan di ibu kota.

“Tilang manual 2.466 penindakan dan tilang elektronik 2.428 penindakan, jadi sekarang jumlah tilang menggunakan manual dan elektronik ini sudah seimbang. Grafiknya justru sekarang tilang elektronik naik ya,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/8).

“Dengan adanya tilang elektronik ini tentu mengurangi interaksi petugas dengan masyarakat. Dan ini mengurangi risiko penularan baik dari masyarakat ke petugas ataupun sebaiknya,” tuturnya menambahkan.

Ia memaparkan, usai diterapkan kebijakan tersebut (ganjil-genap), kemacetan di ibu kota kembali terurai. Dengan demikian, lanjut Sambodo, kondisi arus lalu lintas di ibu kota sudah terkendali.

“Volume kendaraan turun 40 persen di jam-jam kawasan ganjil-genap. Jadi, untuk tingkat kemacetan itu (ganjil-genap) sangat membantu,” paparnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang belum mengetahui jika kebijakan tersebut kembali diterapkan. Pasalnya, masih banyak pelanggaran di sejumlah ruas jalan, seperti di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Gunung Sahari.

“Saat ini di wilayah-wilayah, masih banyak masyakarat yang belum tahu kalau itu menjadi kawasan ganjil-genap. Kalau kawasan Sudirman-MH Thamrin rata-rata masyarakat sudah tahu itu kawasan ganjil-genap. Tapi kalau seperti di Kebon Nanas atau DI Panjaitan, dan Gunung Sahari, itu banyak orang yang belum tahu itu,” kata Sambodo.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here