Bareskrim Percepat Penanganan Kasus Karaoke Eksekutif Venesia BSD

Indonesiainside.id, Jakarta – Penyidik Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri terus mempercepat pemberkasan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Karaoke Eksekutif Venesia BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Dalam kasus ini, baru enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol John Weynart Hutagalung mengatakan saat ini penyidik masih memeriksa enam orang tersangka dan menyesuaikan barang bukti dengan perkara yang terjadi. Tujuannya untuk menyempurnakan berkas.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap para tersangka dalam rangka pemberkasan perkara,” kata Kombes John di Jakarta, Senin (24/8).

Menurut dia, penyidik belum mengetahui nantinya akan diserahkan ke mana berkas perkara kasus ini. Rencananya mau diserahkan ke Kejaksaan Agung tapi tertunda karena Kejagung tengah mendapat musibah.

“Pemberkasan masih proses. Harusnya ke Kejagung (Kejaksaan Agung), tapi masih kebakaran kemarin. Kita lihat situasi yang terbaiknya,” ujar John.

Sementara ini enam tersangka dalam kasus TPPO di Karaoke Eksekutif Venesia BSD adalah tiga orang germo dan tiga orang manajemen perusahaan.

Sebelumnya penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggerebek karaoke eksekutif Venesia BSD di Serpong Sub District, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (19/8) malam karena diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19.

Operasi penggerebekan ini merupakan hasil kerja sama Bareskrim Polri bersama Pomdam Jaya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here