Klaster ‘Long Weekend’ Penyebab Naiknya Penularan Covid-19 di Jakarta

Satpol PP) DKI Jakarta mengubah operasi ketertiban protokol kesehatan selama PSBB bertajuk Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah (OK Prend) menjadi Operasi Tertib Masker (Tibmask) dengan perluasan jangkauan hingga permukiman. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan klaster libur panjang atau ‘long weekend’ pada 16-22 Agustus 2020 berkontribusi pada peningkatan kasus positif di Jakarta.

Jakarta melaporkan 1.049 kasus baru pada Senin, setelah sebelumnya melaporkan rekor 1.095 kasus pada Minggu.

“Mayoritas penambahan kasus baru tangga penularannya antara 16 hingga 22 Agustus, saat liburan panjang,” kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui konferensi pers virtual, Senin(31/8) melansir Anadolu.

Penambahan kasus itu juga membuat persentase kasus positif (positivity rate) di Jakarta naik menjadi 9,7 persen pada sepekan terakhir.

Kenaikan tersebut juga berkontribusi pada persentase kasus positif nasional menjadi 14,8 persen dan jauh di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Wiku juga mengungkapkan sebanyak 30 persen kasus di Jakarta berasal dari kota-kota penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

“Ini juga perlu ditangani dengan baik pula,” tutur Wiku.

Dia melanjutkan, faktor lain yang memicu tingginya angka kasus di ibu kota adalah masifnya jumlah tes yang dilaksanakan per minggu.

Jakarta berkontribusi terhadap 43 persen dari total tes yang dilakukan secara nasional.

Secara kumulatif Jakarta telah mencatat lebih dari 39 ribu kasus di mana 7.720 di antaranya adalah kasus aktif.

Jakarta menjadi provinsi dengan total kasus tertinggi dan kasus aktif terbanyak di Indonesia hingga hari ini.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here