Pendapatan Calo Aborsi Ternyata Lebih Besar Dibandingkan Dokter

Ilustrasi tindakan aborsi. Foto: Daily Beast

Indonesiainside.id, Jakarta – Calo di klinik aborsi ternyata mendapatkan porsi pembayaran lebih besar dibandingkan pemilik klinik atau dokter yang melakukan praktik aborsi. Itu terjadi karena klinik-klinik aborsi beroperasi secara ilegal.

Klinik aborsi di Jakarta Pusat sulit mendapatkan pasien karena klinik tersebut tidak mengiklankan jasa secara langsung, tapi lebih banyak menggunakan calo. Penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan, para calolah yang bekerja mencari pasien lewat daring (online).

Calo tersebut menawarkan jasa aborsi menggunakan situs web. Para pasien menghubungi nomor telepon yang ada pada situs web mereka. Kemudian calo membawa pasien yang ingin melakukan aborsi dengan pembagian 50 persen dengan pemilik klinik.

“Ternyata biaya untuk calo ini lebih besar daripada untuk tim yang melakukan tindakan aborsi yaitu oknum dokter dan petugas medis,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak usai rekonstruksi penggerebekan klinik aborsi yang beralamat di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/20).

Jika pasien datang berdasarkan informasi lewat website, pembagiannya adalah 50 persen untuk calo dan 50 persen untuk pemilik aborsi. Bagian pemilik klinik sebanyak 50 persen itu dibagikan kepada pemilik, dokter dan operator klinik.

Apabila ada pasien yang datang ke klinik tersebut tanpa bantuan calo, para calo nantinya juga akan tetap mendapatkan bagian sebesar 40 persen.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here