Tolak UU Omnibus Law, Jakarta Timur “Dikepung” Buruh hingga Mahasiswa Unindra

Indonesiainside.id, Jakarta – Unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Jakarta Timur (Jaktim) meluas, setelah kaum buruh dan mahasiswa menyuarakan tuntutan yang sama hingga Rabu (7/10) siang.

Lokasi aksi di Jakarta Timur terpantau Kawasan Cakung, Flyover Pasar Rebo hingga Depo Kantor Pusat TransJakarta di Cawang.

Aksi di Kawasan Cakung diikuti ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri dengan menyusuri jalan umum dan jalan lingkungan di sekitar kawasan industri.

“Harapannya UU Omnibus Law ini bisa segera direvisi itu saja harapan buruh. Karena sangat merugikan kami,” kata Wakil Ketua Serikat Pekerja Mandiri, Rohim, di Jakarta.

Aksi serupa juga terjadi di kolong Jembatan Layang Pasar Rebo yang diikuti ratusan mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta.

Massa berorasi di lintasan jalan umum menggunakan spanduk bertuliskan “Tolak Omnibus Law”, “Jangan Diam!”, “Mosi Tidak Percaya” dan lainnya.

Koordinator mahasiswa Goldi mengatakan ada empat tuntutan rekannya yang disampaikan dalam aksi itu.

“Ini sikap kami bahwa kekecewaan kita situasi politik saat ini RUU Cipta Kerja tiba-tiba disahkan. Kita mengecam tindakan represif aparat di daerah dan kita juga menuntut pemerintah fokus tangani COVID-19 dan meminta DPR menunda /Pilkada,” katanya.

Aksi diiringi dengan pembakaran kardus di sekitar kolong Jembatan Layang Pasar Rebo hingga berimbas kemacetan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here