Marak Aksi Tolak UU Omnibus Law, TNI-Polri Sekat Perbatasan Timur Jakarta

Polisi melakukan penyekatan di Simpang Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Aparat gabungan melakukan penyekatan di wilayah timur Jakarta yang berbatasan langsung dengan daerah Bekasi dan Depok, Jawa Barat, saat terjadi aksi besar-besaran menolak Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (8/10) siang.

Berdasarkan pantauan ANTARA, aparat gabungan sudah bersiaga sejak pagi di sejumlah kawasan di Jakarta Timur di antaranya Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi, dan Kawasan Industri Pulogadung.

Di Jalan Raya Bogor yang berbatasan dengan Kota Depok, polisi menangkap sejumlah pelajar yang berniat menuju kawasan Senayan, Jakarta Pusat untuk ikut dalam demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Beberapa di antara mereka kita temukan barang-barang seperti batu, raket yang digunakan sebagai alat pelontar ke aparat, hingga sabu-sabu sebagai stimulan untuk aksi itu,” kata Wakil Kepala Polrestro Jakarta Timur AKBP Tamuntuan di Jakarta.

Batang bukti batu dan raket ditemukan petugas dari dalam tas yang dibawa demonstran, sementara satu lainnya diketahui membawa narkoba jenis sabu-sabu.

“Kita terus bergerak mengantisipasi itu, jangan sampai kelompok ini menunggangi aksi yang sekarang sedang marak. Ini Berpotensi menimbulkan kekacauan,” katanya.

Sementara dari Jalan Raya Bekasi aparat TNI dan Polri dari Sektor Cakung menghadang sejumlah truk yang membawa ratusan pelajar menuju Senayan, Jakarta Pusat.

“Mereka datang bergelombang di sepanjang Jalan Raya Bekasi berpapasan dengan Bekasi karena saya sudah memonitor di sana dan kemudian di depan Polsek Cakung kami melakukan monitoring juga,” kata Kapolsek Cakung Kompol Satria.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here