Polisi Penembak Teroris Sarinah Raih Gelar Doktor

indonesiainside.id, Jakarta – AKBP Dedy Tabrani, polisi yang menembak seorang teroris bom Sarinah pada tahun 2016, meraih gelar doktor pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Jakarta.

Dedy menyampaikan judul disertasinya adalah “Terorisme Keluarga: Pendekatan Interdisipliner tentang Jaringan Ulama Kekerasan dalam Serangan Terorisme Bom Bunuh Diri Sekeluarga di Surabaya 2018”.

Sidang promosi doktor secara daring dipimpin Kombes Pol. Dr. Hadi Purnomo dengan Sekretaris AKBP Dr. Benny Maringan Saragih. Lima tim pengujinya adalah Prof. Dr. Burhan Djabir Magenda, Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, Dr. Reza Idria, Dr. Sidratahta Muhtar, dan Dr. Herdy Sahrasad.

Promotor dalam sidang yang berlangsung pada hari Rabu (14/10) adalah Dr. Achyar Yusuf Lubis dengan Co-Promotor Noorhuda Ismail, Ph.D dan Angel Damayanti, Ph.D.

Dalam sidang promosi doktoral itu, Dedy mampu mempertahankan disertasinya dan resmi menyandang gelar doktor dengan nilai 98,66 atau summa cum laude, dan masa pendidikan 2 tahun 4 bulan.

Dedy adalah perwira polisi yang berhasil menembak mati seorang teroris saat baku tembak setelah peristiwa peledakan di Starbucks Coffee, Jalan M.H. Thamrin, kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, 4 tahun silam.

Saat itu, alumnus Akademi Kepolisian kelahiran Banda Aceh, 15 Oktober 1976, itu menjabat sebagai Kapolsek Metro Menteng Jakarta.

Atas andilnya dalam penanganan tindak terorisme Sarinah itu, Deddy bersama 16 anggota Polri lainnya yang ikut juga berjasa dalam kasus yang sama mendapatkan penghargaan pin emas dari Kapolri (ketika itu) Jenderal Pol. Badrodin Haiti.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here