Polda Metro Jaya Amankan 11 Orang terkait Ambulans Kabur di Menteng

Massa melemparkan batu saat bentrokan dengan polisi pada unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Indonesiainside.id, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan 11 orang orang terkait ambulans yang kabur saat akan diperiksa polisi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, saat berlangsungnya ricuh unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja pada Selasa, (13/10).

“Jadi memang empat orang yang kami amankan, sebenarnya total ada 11 dari dua ambulan kejadian di Menteng sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (15/10).

Yusri mengatakan saat ini tim penyidik kepolisian sudah meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan dan saat ini tim penyidik masih mengumpulkan bukti terkait kejadian tersebut. “Sambil menunggu tim penyidik untuk melengkapi alat bukti, kami sudah naikkan ke tingkat penyidikan,” katanya.

Meski demikian, Yusri belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait status 11 orang yang diamankan oleh polisi terkait kasus tersebut tersebut. Polda Metro Jaya saat ini tengah menyelidiki perkara sebuah ambulans yang kabur saat akan diperiksa polisi karena diduga membawa batu untuk perusuh yang menyusup dalam unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja pada Selasa (13/10).

Dijelaskan Yusri, peristiwa yang terekam kamera dan viral di media sosial itu berawal saat personel Brimob sedang memeriksa tiga kendaraan yang melintas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Pemeriksaan terhadap tiga kendaraan itu dilakukan karena pihak kepolisian mendapatkan informasi mengenai adanya pihak yang berupaya menyusup ke dalam lokasi kericuhan. Kendaraan pertama yang diperiksa adalah beberapa sepeda motor yang sangat kooperatif saat diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi, demikian pula kendaraan kedua yang merupakan sebuah ambulans dengan tiga orang di dalamnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here