Dirlantas Polda Metro Jaya: Operasi Zebra Tidak Ada Razia, Kita Hunting di Titik Rawan Pelanggaran

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. Foto: Antara

akarta, 24/10 (ANTARA) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengatakan titik pos pengamanan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW tidak akan tumpang tindih dengan pelaksanaan Operasi Zebra 2020.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan Operasi Zebra 2020 tidak menerapkan sistem razia stationer dan mengutamakan sistem “hunting” di titik rawan pelanggaran lalu lintas.

“Operasi Zebra kita tidak ada razia, kita sifatnya hunting di mana titik-titik yang menjadi kerawanan pelanggaran di situ yang kita laksanakan, lalu titiknya berbeda (pengamanan libur panjang dan penindakan operasi zebra),” kata Sambodo dalam keterangannya, Sabtu.

Sambodo menyebut ada tiga jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2020 yakni melawan arus lalu lintas, pelanggaran stop line, dan penggunaan helm oleh pengendara motor.

Dia juga mengatakan titik yang rawan pelanggaran lalu lintas juga tidak sama dengan jalur yang diprediksi padat selama libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pekan depan.

“Titik-titik yang sering lawan arus Itu yang kita laksanakan (penindakan) karena itu kan berbeda dengan jalur libur. Jadi tetap ada yang bertugas pengamanan sama Operasi Zebra,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan pihaknya siap untuk melaksanakan dua kegiatan tersebut secara bersamaan serta memastikan personel yang diturunkan akan siap mengawal serta mengamankan arus lalu lintas libur panjang serta menindak masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas selama Operasi Zebra 2020 yang dimulai Senin 26 Oktober 2020 hingga dua pekan ke depan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here