Duh, Pajak Reklame Bekasi Diduga Bocor

Bapenda Bekasi mensinyalir banyak kasus kebocoran pajak reklame yang selama ini terjadi akibat beberapa faktor. Foto: antara

Indonesiainside.id, Bekasi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membentuk tim gabungan untuk mengatasi kebocoran pajak reklame guna meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak.

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi Herman Hanafi menyebutkan banyak kasus kebocoran pajak reklame yang selama ini terjadi akibat beberapa faktor.

“Reklame sering banget bocornya, penyebabnya sudah habis masa berlakunya tapi masih terpasang kalau tidak ya reklame-reklame ilegal atau tanpa izin. Ini yang harus segera diperbaiki,” katanya di Cikarang, Sabtu.

Menurut dia pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga Satuan Polisi Pamong Praja.

“Jadi dalam tim gabungan ini semua bekerja, mana sekiranya yang habis masa berlakunya. Mana yang tidak ada izinnya, semua harus dilakukan pembongkaran,” katanya.

Herman juga sudah meminta agar DPMPTSP membuat keterangan tulisan masa berlaku di setiap reklame yang terpasang sehingga tim Bapenda bersama Satpol PP dan Dinas PUPR bisa melakukan penertiban terhadap reklame yang melanggar.

“Sekarang ini kan rekan Satpol PP kesulitan ya, jadi hanya nunggu saja kalau ada perintah pembongkaran. Kalau sudah jelas ada data lokasinya, masa berlaku, dan status legal atau ilegal bisa langsung bongkar,” katanya.

Dia berharap keberadaan tim gabungan ini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak reklame mulai awal 2021.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here