Mal Bencana

Ilustrasi bencana alam. Foto: akurat.co

Di negeri berpenduduk 260 juta ini, tak kunjung henti dikunjungi bencana. Dari tanah longsor sampai tsunami. Kembali pada Ilahi adalah kata kuncinya.

Indonesiainside.id, Jakarta – Boleh jadi, petuah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ini punya korelasinya dengan kondisi kekinian di Nusantara. Di narasikan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

”Apabila kekuasaan dianggap keuntungan, amanah dianggap ghanimah (rampasan), zakat dianggap merugikan, beiajar bukan karena agama (hanya untuk meraih tujuan duniawi semata), suami tunduk pada istrinya, durhaka terhadap ibu, menaati kawan yang menyimpang dari kebenaran, membenci ayah, bersuara keras (berteriak) di masjid, orang fasig menjadi pemimpin suatu kaum, pemimpin diangkat dari golongan yang rendah akhiaknya, orang dihormati karena takut pada kejahatannya, para artis dan musik (hiburan berbau maksiat) banyak digemari, minuman keras (narkoba) meluas, umat akhir zaman ini sewenang-wenang mengutuk generasi pertama kaum Muslimin. Maka hendaklah mereka waspada karena pada saat itu akan terjadi hawa panas, gempa, longsor dan kemusnahan. Kemudian diikuti oleh tanda-tanda (kiamat) yang lain seperti untaian permata yang berjatuhan karena terputus talinya (tanda kiamat terjadi).”(H.R. Imam Tirmidzi)

Semua jenis bencana ada di sini. Ada tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, tsunami. Di laut ada kapal tenggelam. Di udara, ada kapal terbang jatuh, dan seterusnya. Itulah kenapa Indonesia juga dikenal sebaga Mal Bencana.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here