Syam, Negeri Yang Diberkahi

- Advertisement -

Sebanyak 689 anggota ISIS eks warga negara Indonesia yang ada di Suriah, ditolak pemerintah untuk kembali ke tanah air. Pro-kontra bermunculan. Mengapa mereka beramai-ramai bergabung dengan ISIS dan mukim di Suriah?   

Islamic State in Iraq and Suriah (sejak Juni 2014, ketika Abu Bakar Al-Baghdadi menjadi khalifah, ISIS menjadi Islamic State/Daulah Islamiyah) tak pernah sepi dari perbincangan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Meski sudah menjadi IS, tapi nama ISIS sudah terlanjur kondang, dan para pendukungnya disebut ISISer. Kini, kondisi IS, baik di Irak maupun di Suriah, sudah babak-belur dan kalah total. Anggotanya tercecer dan tersebar di Suriah. Sebagian mereka memilih bertahan di negeri Syam tersebut, dan sebagian berencana hendak kembali ke tanah air.

Presiden Joko Widodo, di Istana Negara Jakarta, Rabu (12/2) mengemukakan pendapatnya,. “Pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang yang ada di sana, ISIS eks WNI.” Gayung pun bersambut. Ada yang setuju, tidak sedikit yang menolak pendapat tersebut. Mereka yang bergabung ke ISIS di Suriah, bukan hanya berstatus sebagai combatan, tetapi mereka membawa anak-anak dan istri. Ini yang menjadi persoalan, dan semestinya, pemerintah tidak boleh menutup mata begitu saja.

- Advertisement -

Benar, bahwa mereka sudah menanggalkan kewarganegaraannya sebagai WNI, tetapi coba lihat faktanya, apakah para orang tua yang sudah sepuh-sepuh, perempuan, dan anak-anak faham dengan apa yang mereka lakukan? Jamak terjadi bahwa satu keluarga menjual semua aset yang dimilikinya, lalu pergi ke Suriah. Ketika ternyata ISIS kalah dn kehidupan mereka terombang-ambing, akhirnya mereka pun punya pikiran untuk kembali ke Indonesia. 

Sikap yang bijak adalah beri mereka pilihan, kembali ke Indonesia, tentu dengan persyaratan yang ketat, dan para pria yang jadi combatan ISIS diproses secara hukum. Anak-anak dan perempuan beri haknya kembali, sebagai warga negara biasa. Melarang mereka pulang adalah sikap yang kurang bijak. Tidak semua faham tentang ISIS, tetapi yang mereka fahami adalah bahwa Suriah adalah negeri Syam yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sebagian orang-orang muslim di seluruh dunia rindu dengan negeri yang diberkahi itu. 

Negeri-negeri Syam adalah negeri para Nabi. Adapun yang dimaksud dengan negeri Syam adalah Lebanon, Palestina, Suriah, dan Yordania. Dulunya negeri ini satu, ketika bercokolnya penjajahan oleh Barat, Syam dipecah-pecah menjadi empat negara. Tentang keberkahan negeri ini didasarkan pada hadits:

“Urusan ini akan sampai pada kondisi kalian menjadi tentara-tentara yang terpisah-pisah; sebagian pasukan ada di Syam, di Yaman, dan di Irak. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, pilihkan tempat terbaik untukku.’ Lalu beliau bersabda, ‘Hendaknya kalian menetap di Syam, karena sesungguhnya Syam adalah bumi Allah yang paling terpilih. Allah memilih hamba-hamba pilihannya menuju ke sana. Adapun jika kalian tidak bisa, hendaknya kalian menetap di Yaman, dan minumlah dari telaganya, karena seungguhnya Allah telah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.'” (Dinarasikan oleh Abdullah bin Hawalah, dikeluarkan oleh imam Abu Daud, Ahmad, dan Al-Hakim)

- Advertisement -

Juga sabdanya, “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum penduduk Irak yang terbaik berpindah ke Syam, sedangkan penduduk Syam yang terburuk pindah ke Irak.” (Dinarasikan oleh Abu Umamah, dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad)

Sebagian orang menafsirkan akhir zaman itu ya sekarang ini. Oleh sebab itu mereka berbondong-bondong menuju negeri Syam, khususnya Suriah, dan bergabung dengan ISIS. Banyak di antara mereka memang memilih berjuang di negeri Syam. Dari Indonesia, kelompok-kelompok jihadis masuk ke Suriah dan bergabung dengan ISIS lewat berbagai cara. Ada yang berangkat  khusus bergabung dengan ISIS dan menjadi tentara untuk bertempur, ada juga yang datang ke Suriah karena negeri ini adalah negeri Syam yang diberkahi itu. Yang terakhir itu banyak dilakukan oleh para ayah yang membawa isteri dan anak-anak mereka. (HMJ)

Berita terkini

Nasihat untuk Para Wartawan Muslim

Seorang wartawan bertanya kepada ustadz tentang hukum profesi yang digelutinya. Bolehkah bekerja menjadi wartawan dalam Islam? Demikian inti pertanyaannya yang ditujukan kepada Ustadz Ammi Nur...
- Advertisement -
ads2 mekarsari

Gubernur Gorontalo Larang Warga Tinggal di Rumah akibat Banjir Bandang

Indonesiainside.id, Gorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melarang warganya tinggal di rumah akibat banjir bandang yang melanda pada Jumat malam (3/7). “Sekarang yang kita lakukan...

12 Calon Pengantin di Nunukan Terdeteksi Positif Narkoba

Indonesiainside.id, Nunukan - Sebanyak 12 calon pengantin terdeteksi positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sepanjang...

Menteri Luar Negeri Pakistan Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Islamabad-- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi hari Jumat (3/7) dinyatakan positif virus corona baru. Menulis di akun twitter, Shah Mahmood mengabarkan...

Berita terkait

Kawin Tangkap: Warisan Tradisi Sumba yang Bikin Perempuan Masa Kini Ketakutan

Sepekan lalu video yang menunjukkan seorang perempuan yang menangis dan berteriak saat digotong oleh sejumlah pria dan dibawa masuk ke satu rumah di Kabupaten...

Menunggu Sikap Tegas ASEAN Hadapi Manuver China di Kawasan Regional

Oleh:Mohammad Anthoni* Indonesiainside.id, Jakarta - Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi ke-36 secara virtual pada 26 Juni 2020 setelah sebelumnya Vietnam sebagai...

Covid-19 di Jatim Harus Terkendali dalam Dua Pekan, Apa Kata Khofifah dan Risma?

Presiden Joko Widodo telah mengultimatum Pemprov Jawa Timur (Jatim) agar bisa mengendalikan laju penularan Covid-19 dalam dua pekan ke depan. Mantan Wali Kota Solo itu...

RUU HIP Sumber Kegaduhan

Oleh: K.H. Athian Ali M. Da'i, Lc., M.A. Kehadiran RUU HIP benar-benar telah membuat kegaduhan di Negeri ini. Jika saja DPR RI terutama fraksi yang...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here