Kenapa Pemerintah Mengunci Opsi Lockdown Kasus Covid-19?

Oleh: Mukhramal Azis*

Dua pekan terakhir, Indonesia disibukkan dengan merebaknya wabah Covid-19. Jumlah pasien terpapar dengan virus mematikan ini kian menanjak setiap hari.

Pada Senin awal pekan ini, jumlah kasus positif hanya 134 orang, 5 meninggal dunia. Namun, keesokan harinya, Jubir Pemerintah untuk urusan corona, Ahmad Yurianto, mengumumkan kenaikan sebanyak 38 pasien baru, dengan total 172 orang, 7 meninggal dunia. Per hari ini, Rabu (18/3), naik 227 kasus dan 19 meninggal dunia.

Angka ini tentu mencengangkan publik. Harus ada langkah-langkah radikal yang ditempuh pemerintah untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19. Berkaca pada sejumlah negara, mayoritas negara lain memutuskan kebijakan lockdown (mengunci total) pergerakan di negaranya.

Terakhir, kebijakan lockdown terpaksa ditempuh Prancis dan Malaysia. Kedua negara ini, mengunci total pergerakan manusia di negaraya. Bahkan, Filiphina menerapkan jam malam yang melibatkan ribuan tentara agar warganya tidak keluar rumah.

Bagaimana dengan Indoesia? Seperti biasa, orang Indonesia lebih enjoy bersilang pendapat ketimbang menempuh langkah ril dalam menyelesaikan masalah. Perdebatan soal lockdown bahkan menghiasi seluruh stasiun televisi dan media daring.

Apalagi setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ke publik bahwa tidak akan memberlakuan lockdown. Jokowi hanya meminta ke semua gubernur dan bupati/wali kota, untuk meminta warganya bekerja dari rumah, dan belajar dari rumah.

Sayangnya, kebijakan itu tidak sepenuhnya diikuti para pelaku usaha khususnya di Jakarta yang merupakan pandemi terbesar kasus korona. Sejumlah perusahaan tetap meminta karyawannya untuk masuk kerja.

Di sejumlah daerah, Aparat Sipil Negara (ASN) tetap masuk kerja seperti biasa. Hanya anak-anak mereka yang tinggal di rumah sambil belajar dengan metode daring.

Mengapa Jokowi bertahan tidak me-lockdown Indonesia di tengah ancaman virus mematikan ini? Bukankah keselamatan nyawa warga Indonesia jauh lebih penting ketimbang perputaran ekonomi nasional? Jika Indonesia sehat, otomatis roda ekonomi akan berputar. Itulah hukum ekonomi.

Dalam diskusi di Indonesia Lawyers Club TVONE, Jubir Presiden Fajroel Rahman sedikit menguak misteri lockdown ini. Meski tidak tegas, Fajroel menyebut, kebijakan lockdown sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. Kebijakan lockdown ini, kata Fajroel, menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Pernyataan jubir presiden ini, sekaligus mengunci opsi lockdown yang kini diterapkan di sejumlah daerah yang terjangkit virus Covid-19. Pemerintah masih tampak yakin upaya tracing yang dilakukan akan mampu mengatasi penyebaran.

Menurut Fajroel, lockdown tidak sesederhana yang dibayangkan. Punya implikasi besar terhadap bangsa ini.

Sekadar diketahui, jika lockdown dilakukan, maka kemungkinan perekonomian akan jatuh. Itu karena lockdown, yang artinya mengunci, yang bisa diartikan menutup suatu wilayah.

Dengan begitu, seluruh aktivitas keluar masuk wilayah disetop sementara waktu. Warga akan dibatasi pergerakannya. Mereka dipaksa berdiam diri di rumah untuk menghindari interaksi dengan pihak luar.

Berdasarkan UU nomor 6/2018, Lockdown bisa diartikan sebagai karantina wilayah. Di pasal 53 (1) Karantina Wilayah merupakan bagian respons dari Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. (2) Karantina Wilayah sebagaimana dimaksud padaayat (1) dilaksanakan kepada seluruh anggotamasyarakat di suatu wilayah apabila dari hasilkonlirmasi laboratorium sudah terjadi penyebaranpenyakit antar anggota masyarakat di wilayahtersebut.

Pada Pasal 55 ayat 1 disebutkan, selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

Nah, sekarang pilihan ada di tangan Presiden Joko Widodo. Lockdown Indonesia atau tidak. Mari belajar dari negara-negara yang telah lebih dulu terserang virus mematikan ini. (Aza)

* Praktisi Media di Makassar

Berita terkait

Dianggap Menyesatkan, Media Asing Soroti Menteri Pertanian Indonesia atas Klaim Kalung Anti-Virus Corona

Indonesiainside.id, Jakarta – Ilmuwan Indonesia, Rabu (8/7), membantah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung yang terbuat dari kayu putih dapat mencegah penularan...

Innalillahi, Ditemukan Klaster Baru di Pusdikpom TNI AD Cimahi, 99 Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Cimahi - Wali Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Ajay M Priyatna membenarkan ada klaster baru penyebaran COVID-19 di Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan...

Wartawan Peliput di Gedung Putih Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Washington DC - Seorang wartawan yang meliput sejumlah konferensi pers di Gedung Putih pada pekan ini dinyatakan positif terjangkit penyakit Covid-19. Hal ini...

Penularan Corona Masih Tinggi, Wisata Siring Sungai Martapura Ditutup Total

Indonesiainside.id, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan menutup total kawasan wisata siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tendean Kota Banjarmasin selama selama tiga bulan...

Ketua MPR: Terapkan Kembali PSBB!

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah lewat Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan pencegahan dan pengendalian pandemik dengan menerapkan kembali pembatasan...

Ridwan Kamil Terkesan Irit Bicara Soal Penularan Massif di Secapa Bandung

Indonesiainside.id, Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkesan irit bicara soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di...

Benarkah Tipe Virus Corona Indonesia Sama dengan Wuhan? Ini Kata Menristek

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, sebagian besar virus corona penyebab COVID-19...

Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terisolir akibat Banjir dan Langsor Parah di Jepang

Indonesiainside.id, Takayama – Layanan darurat Jepang dan pasukan militer berupaya untuk mencapai ribuan rumah yang terputus akibat banjir dan tanah longsor, yang menewaskan puluhan...

Berita terkini

Wanita Lempar Alquran di Makassar, MUI: Sangat Melukai dan Sakiti Hati Umat Islam

Indonesiainside.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas menanggapi kejadian wanita di Makassar, Sulawesi Selatan yang melempar-lempar Al-Qur'an. Ia sangat...
ads3 mekarsari

Dianggap Menyesatkan, Media Asing Soroti Menteri Pertanian Indonesia atas Klaim Kalung Anti-Virus Corona

Indonesiainside.id, Jakarta – Ilmuwan Indonesia, Rabu (8/7), membantah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung yang terbuat dari kayu putih dapat mencegah penularan...

Miris! Tenaga Kesehatan Tangani Covid-19 Kalteng Sering Dapat Perundungan

Indonesiainside.id, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul mengatakan, tenaga kesehatan sering mendapatkan perundungan atau 'bullying' dalam penanganan kasus terkait...

Jamaah Shalat Idul Adha di Bengkulu Diminta Wudhu di Rumah

Indonesiainside.id, Bengkulu - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar meminta umat Muslim yang melakukan shalat Idhul Adha 1441 Hijriah berjamaah untuk mengambil...

Berita utama

Dianggap Menyesatkan, Media Asing Soroti Menteri Pertanian Indonesia atas Klaim Kalung Anti-Virus Corona

Indonesiainside.id, Jakarta – Ilmuwan Indonesia, Rabu (8/7), membantah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung yang terbuat dari kayu putih dapat mencegah penularan...

Covid-19 Masih Melonjak, Hari Ini Ada 1.611 Kasus Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan Covid-19 terus melonjak dengan kenaikan signifikan. Per hari ini, masih di atas 1.000 kasus. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19,...

Innalillahi, Ditemukan Klaster Baru di Pusdikpom TNI AD Cimahi, 99 Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Cimahi - Wali Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Ajay M Priyatna membenarkan ada klaster baru penyebaran COVID-19 di Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan...

Tegas, Pemprov DKI Nonaktifkan Lurah Grogol Selatan karena Terbitkan KTP Buron Kakap Joko Tjandra

Indonesiainside.id, Jakarta - Lurah Grogol Selatan Asep Subahan dinonaktifkan karena menjalani pemeriksaan terkait penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama buronan 'kakap' Joko Tjandra. "Jadi...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here