Puluhan Ribu Rakyat Masih Menanti Kesembuhan, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Penanganan pasien Covid-19. Foto: Anadolu

Momentum perayaan Idul Fitri, selain merayakan hari besar Islam dengan silaturahmi, doa adalah amalan terbaik untuk  memohon kesembuhan bagi saudara kita yang tengah terbaring karena virus corona jenis baru.

Mereka butuh penguatan secara spiritual sambil menjalani terapi dan pengobatan secara medis. Mereka tak bisa sendiri menghadapi dan melawan ganasnya serangan virus mematikan itu.

Mereka butuh doa dari kita semua. Kenal atau tidak kenal. Sekeyakinan atau beda agama. Karena doa adalah kekuatan, senjata, dan tameng (silah) bagi kaum Muslimin dalam menghalau dan menolak segala bala dan marabahaya.

Setelah doa, pertobatan, dan muhasabah, langkah tebaik adalah memperkuat komitmen, iktikad, dan ikhtiar untuk menjaga dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak, taat protokol, dan tidak bepergian tanpa keperluan mendesak. Berhenti berkumpul dan berdesakan, di mana dan kapan pun.

Selain Ramadhan yang telah berlalu, Idul Fitri menjadi momentum terbaik bagi umat memanjatkan doa bagi mereka. Di keheningan malam atau di tengah bisingnya kesibukan. Dalam sunyi maupun keramaian. Allah SWT tidak pernah alpa dari jeritan dan doa-doa hamba-Nya.

Namun, hadirkah kita dalam doa-doa di akhir shalat kita? Dalam qunut nazilah kita atau di ujung tahajud malam kita? Dalam setiap zikir, panjatkanlah doa bagi mereka karena di antara kita ada yang doanya diterima dan dikabulkan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here