Tanpa Tulang di Arafah

wukuf
Jutaan jamaah haji seluruh dunia berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan salah satu rukun haji. ANTARA FOTO/Hanni Sofia/pras.

Di Arafah, kita hanyalah tubuh tanpa tulang, dan seperti bayi yang hanya mampu merengek dan menangis, karena ego dan kuasa kita benar-benar dilucuti Allah lewat perasaan tidak mampu yang teramat sangat.

Hari-hari indah itu masih terasa. Seperti tanpa tulang di Padang Arafah, di mana hari ini kembali terulang. Meski beda waktu dan tempat, momentumnya adalah wukuf di Arafah. Hari-hari penuh syukur, doa, dan pengakuan dosa dalam wukuf. Yaitu wukufnya hati dan tenggelamnya diri dalam zikir.

Hari ini, saya menulis untuk mengingat betapa istimewanya waktu dan tempat ini. Pagi di Arafah yang agung, dimulai dengan subuh yang hangat. Saat wukuf, berjuta orang berkumpul di padang tanpa ilalang. Semua sama. Hanya mengenakan dua helai kain ihram dalam prosesi yang sama.

Dengan satu harapan, memutihkan kembali catatan dosa, serta mencari ampunan Allah SWT. Di hari istimewa ini, Allah sungguh membanggakan manusia di depan malaikat. Subhanallah…

Arafah adalah daerah terbuka dan luas di sebelah timur kota Makkah. Di padang yang luas inilah inti ibadah haji dilaksanakan. Nabi Muhammad pernah ditanya oleh sekelompok orang dari Najed tentang haji, maka beliau menjawab: Al-hajju Arafah”, artinya inti haji adalah melaksanakan wukuf di Arafah.

Matahari dengan cepat naik di atas ubun-ubun. Telepon sejak sebelum siang sudah tak bisa digunakan. Otoritas Saudi memang mematikan jaringan seluler di sekitar Arafah. Alasannya jelas, agar jamaah haji lebih khusyuk.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here