Faktor Kamala Harris di Pilpres AS

Shamsi Ali, Imam Besar Masjid New York

Oleh: Shamsi Ali Al-Kajangi

Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) November mendatang semakin jelas. Jelas pelaksanannya, jelas kandidatnya, dan kemungkinan juga jelas hasil akhirnya. Banyak teka-teki yang nampak terjawab dalam beberapa hari terkahir ini.

Joe Biden, calon Presiden dari Partai Demokrat yang memenangkan seleksi pencalonan pemilih Demokrat kini telah memutuskan Kamala Harris untuk mendampinginya sebagai calon wapres pada pilpres mendatang ini.

Secara pribadi saya memang menunggu pencalonan Senator Kamala Haris sebagai cawapres, bahkan capres. Pencalonannya pasti mencatat sejarah tersendiri dalam perjalanan politik di negeri ini. Keragaman latar belakangnya tentunya memberikan makna positif di tengah polarisasi yang saat ini sedang meninggi di Amerika.

Kamala Devi Harris, demikian nama lengkapnya, adalah seorang politisi wanita muda yang brilliant. Beliau juga adalah seorang lawyer yang memiliki integritas dan achievement yang dikenal (notable).

Terpilih menjadi Senator muda dari California di tahun 2017. Lalu pada tahun 2020 ini terpilih sebagai cawapres mendampaingi Capres dari Partai Demokrat Joe Biden.

Terlahir di kota Oakland, California, Kamala adalah lulusan Howard University dan University of California, Hastings College of the Law.

Kamala memulai kariernya di kantor Kejaksaan Wilayah Alameda. Lalu pindah ke kantor Kejaksaan Wilayah San Francisco. Pada tahun 2003 Kamala terpilih menjadi Jaksa Tinggi untuk Kota San Fransisco. Apada tahun 2010 terpilih sebagai Jaksa Agung untuk negara bagian California, lalu terpilih untk kedua kalinya di tahun 2014.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here