Kehidupan Kembali Berdenyut Di Kampung Akuarium

Rencana penataan Kampung Akuarium. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Matahari baru beranjak naik ketika belasan alat berat merobohkan permukiman padat penduduk di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Hari itu, Senin, 11 April 2016, dalam sekejap permukiman di kampung ini rata dengan tanah. Di pagi yang sejuk, deru mesin penggusur membahana bercampur debu yang beterbangan dari penggusuran itu.

Pagi yang sejuk tetapi penggusuran ini memicu suasana panas warga. Tak ada perlawanan berarti dari warga, apalagi sekitar 4.000-an aparat gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan TNI mengawal penggusuran tersebut.

Waktu itu sekitar 400 jiwa atau 103 kepala keluarga (KK) menempati lahan sekitar satu hektare di kawasan yang digusur. Mereka harus keluar dari lokasi itu.

Kawasan ini tenar dengan sebutan Kampung Akuarium karena pernah menjadi pusat pengembangan dan penelitian hewan-hewan laut. Beragam hewan laut dikembangkan di kebun binatang laut ini.

Karena itu dulu banyak sekali akuarium. Namun hewan-hewan laut kemudian dipindah ke Ancol dan sebagian ke Ragunan.

Kawasan inipun terbengkalai. Entah bagaimana tetapi kemudian banyak warga yang menghuninya.

Bukan tanpa alasan kuat bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membabat habis permukiman ini pada saat itu. Sudah sangat lama disampaikan kepada masyarakat bahwa lahan itu adalah “zona merah” yang artinya lahan milik pemerintah daerah.

Karena itu, sebenarnya tidak ada izin untuk dimukimi. Dengan status lahan itu, siapapun yang menempatinya harus siap jika sewaktu-waktu diusir atau digusur.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here