Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Melalui Pesantren

Masyarakat harus sadar dan aktif menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Stigma pola hidup santri yang terkesan jauh dari kata sehat sudah selayaknya dihapuskan, mengingat pesantren justru potensial menjadi langkah awal bagi gerakan masyarakat hidup sehat.

Pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan tertua yang unik dan bercirikhaskan nusantara. Sejak puluhan tahun silam, pesantren mampu mencatatkan sejarahnya sendiri dalam kiprah untuk turut serta membangun bangsa ini.

Oleh karena peran strategisnya itulah, pondok pesantren bisa menjadi fondasi yang kuat bagi penggalakan gerakan masyarakat hidup sehat.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. mengatakan pentingnya bagi para santri untuk mulai mengenal pola hidup terutama pola makan yang sehat sedari dini.

Terlebih menjaga kesehatan melalui pola hidup dan pola makan yang baik merupakan bentuk syukur tertinggi atas karunia kehidupan dari Allah.

NU ingin menepis stigma hidup santri-santrinya yang selama ini dianggap kurang sehat, seperti kurang tidur karena banyak begadang, minum kopi dengan banyak gula, hingga merokok sepanjang waktu.

Bahkan sampai ada pemeo yang berkembang dikalangan santri “NU smoking” lantaran akrabnya para santri NU dengan rokok.

Pandemi COVID-19 dapat menjadi momentum yang baik untuk memulai dan mengubah pola hidup ke arah yang lebih baik, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas.

Gandeng VSI

Dalam upaya tersebut, kemudian ditandangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK-PBNU) dengan Yayasan Vegan Society Of Indonesia (VSI).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here