Musim Bunga

Peneliti MIUMI/ Pimpinan BAZNAS Enrekang Dr Ilham Kadri MA. Foto: Ilham Kadir

Dr Ilham Kadir MA

Setiap sore dia bawa murid-muridnya mengunjungi taman bunga. Dia adalah nabi yang romantis, demikian tulis Abbas Mahmud ‘Al-Aqqad tentang Nabi Isa dalam “Hayatul Masih fit Tarikh wa Kusyufil ‘Ashril Hadiets”.

Pada abad ke-10 Masehi berdiri sebuah universitas di Mesir, namanya “Al-Azhar”, jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, ‘Al-Jami’ah Al-Azhar’, berarti ‘Universitas Bunga-Bunga’, Al-Azhar adalah bentuk jama’ (plural) dari zahrah atau bunga. Demikian adanya sebab perguruan tinggi tertua di dunia ini menjadi bunga bagi segenap penghuni bumi, terbang dari kejauhan untuk menghisap saripati ilmu dan kembali membawa madu untuk dijadikan penawar dari berbagai kangker epistemologis sekaligus penangkal penyakit kebodohan sebagai sumber segala masalah.

Bunga adalah simbol berbagai simbol, Nabi Isa menjadikan bunga sebagai media pembelajaran kepada para muridnya agar hidupnya diliputi kasih sayang, ketenangan, ketentraman, dan penuh cintah kasih. Seorang guru yang romantis akan mudah menyentuh hati para muridnya untuk tunduk dan patuh mendengar petuah-petuahnya. Bunga adalah ketenangan dan kedamaian. Lelaki pencinta bunga  pasti romantis.

Orang-orang Eropa menjadikan bunga sebagai pelipur lara, pengusir galau, dan penghalau kesedihan. Di sana, orang berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk pasien akan membawa bunga sebagai tanda kasih, cinta, dan kepedulian sesama. Di Barat, orang sakit sepenuhnya diperlakukan sebagaimana mestinya, makanan dan aneka buah tersedia, sementara kita, ketika datang menjenguk, umumnya membawa ragam makanan dan kadang Kamar Pasien menjadi tempat reuni keluarga.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here