Pulau Sunyi Yang Indah Itu Daik Namanya

Indonesiainside.id, Batam – Deru mesin kapal menggema hingga terdengar dari dalam ruang Feri MV Gembira 5 dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang menuju Pelabuhan Pancur, Daik Lingga.

Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Para penumpang feri bersiap berlayar menuju pulau-pulau di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Pulau-pulau yang disinggahi antara lain Pulau Benan, Tajur Biru, Duyung, Senayang hingga Pulau Pancur. Selama berlayar, dari balik jendela kaca kapal tampak nelayan tradisional beradu nasib di atas gelombang laut yang kurang bersahabat.

Di dekat pulau-pulau yang dilalui kapal juga tampak kelong, alat tangkap ikan yang menyerupai rumah.

Pulau Benan menunjukkan keindahan alamnya, yang selama ini menjadi salah satu destinasi Kabupaten Lingga. Benan cukup ternama bagi warga Tanjungpinang yang suka berlibur di daerah pesisir.

Rumah-rumah warga di bibir Pulau Benan pun tampak sederhana, tidak terlalu padat. Rumah panggung sederhana yang terbuat dari papan dan kayu juga tampak di Pulau Duyung dan Tanjur Biru.

Nelayan menggunakan perahu kecil untuk menangkap ikan.

Selama 4 jam berlayar, berayun di atas gelombang yang terkadang tidak bersahabat, MV Gembira 5 tiba di Pelabuhan Pancur, di Pulau Daik. Setiap penumpang diidentifikasi oleh petugas dari Dinas Kesehatan setelah diperiksa suhu tubuhnya.

Perjalanan di daratan pulau yang berhadapan dengan Gunung Daik pun dimulai. Di pelabuhan itu tidak terlalu banyak aktivitas, termasuk pedagang makanan siap saji.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here