Survei Ulama Berpengaruh LSI Dinilai Kontraproduktif bagi Persatuan Bangsa

Indonesiainside.id (Jakarta) — Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bertajuk ‘Ulama dan Efek Elektoralnya’ yang baru-baru ini dirilis dinilai membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), Arifin Nurcahyo mengatakan, seharusnya survei yang berpotensi memantik sikap fanatisme masyarakat seperti itu hanyalah dijadikan sebagai bahan kajian internal, bukan malah untuk konsumsi publik.

“Sangat tidak etis kalau menurut saya. Survei yang berbahaya,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/11).

Sebelumnya, LSI merilis setidaknya lima ulama yang dianggap paling berpengaruh di Indonesia, utamanya dalam Pilpres 2019. Mereka adalah ustad Abdul Somad, ustad Arifin Ilham, ustad Yusuf Mansur, ustad Abdullah Gymnastiar, dan Rizieq Shihab.

“Masyarakat harusnya diedukasi supaya melek berpolitik. Bentuk survei seperti itu seharusnya hanya untuk internal,” pungkasnya.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Denny JA sebelumnya melakukan survei bertajuk “Ulama dan Efek Elektoralnya”. Survei tersebut dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 dengan melibatkan 1.200 responden.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengaku heran dan tak habis pikir dengan para peneliti yang melakukan survei semacam itu. Pasalnya, tidak semua ulama terlibat dalam politik praktis Pilpres 2019.

“Ulama itukan gurunya masyarakat yang mengajarkan kebaikan-kebaikan bagi umat  Masa diukur-ukur sih tingkat pengaruhnya dalam Pilpres. Survei gemblung itu namanya,” ucapnya.

Lebih lanjut Arief menilai, survei yang dilakukan LSI Denny JA tersebut bisa memecah-belah umat Islam, bahkan tak menutup kemungkinan mengadu domba antara kalangan ulama sendiri.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here