Pemerintah Suntik Dana Segar Rp 5,6 Triliun untuk BPJS Kesehatan

bpjs kesehatan

Indonesiainside.id (Jakarta) — Pemerintah bakal menyuntik dana segar sebesar Rp 5,6 triliun pada Desember 2018 untuk menambal defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dengan demikian, total dana segar bantuan pemerintah untuk BPJS Kesehatan tahun ini mencapai Rp 10,5 triliun.

“Dari Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan sudah rapat. Artinya sudah ditentukan suntikan kedua Rp 5,6 triliun. Jadi totalnya Rp 4,9 triliun (suntikan tahap pertama) plus Rp 5,6 triliun,” kata Kepala Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf. Adapun suntikan tahap pertama telah cair pada akhir September lalu.

Menurut dia, besaran bantuan tersebut mengacu pada hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Total bantuan untuk BPJS Kesehatan tahun ini yang sebesar Rp 10,5 triliun tersebut mendekati prognosis defisit versi BPKP yaitu Rp 10,58 triliun.

Adapun manajemen BPJS Kesehatan memprediksikan defisit yang lebih besar yakni Rp 16,58 triliun, yang terdiri dari akumulasi defisit tahun lalu Rp 4,4 triliun, ditambah proyeksi defisit tahun ini yang mencapai Rp 12,1 triliun.

Akhir Oktober lalu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memaparkan, defisit BPJS Kesehatan disebabkan defisit pada layanan untuk peserta BPJS kategori pekerja informal, peserta didaftarkan pemerintah daerah (Pemda), dan bukan pekerja.

“Yang membuat worse adalah pekerja informal menghabiskan Rp 13,3 triliun sendiri dari awal tahun hingga September,” ujarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here