Anies Baswedan: Jangan Anggap Remeh Politik

Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, dengan secarik kertas yang memiliki power (kekuasaan), maka kebijakan dapat dilaksanakan tanpa harus mengerahkan puluhan ribu aparatur negara untuk konfrontasi dengan rakyat atau masyarakat.

Indonesiainside.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sejak pagi telah hadir di kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti Aksi Damai Reuni 212. Reuni 212 merupakan peringatan momentum dua tahun lalu dimana umat Islam menuntut penista agama Basuki Tjahaja Purnama diberikan hukuman pidana karena telah menista Alquran Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

Gubernur Anies mengatakan, Monas memang dirancang untuk kebutuhan rakyat. Pertama kali didirikan pada 1945, Monas dibangun untuk melawan kekuatan kolonial, dimana saat itu ratusan ribu warga mengirimkan aspirasi guna mengikhtiarkan kemerdekaan Indonesia.

“Tempat ini adalah tempat kita semua. Karena itu, tidak ada kewajiban memberikan KTP untuk masuk ke Monas. Jadi, ini tetap milik umum, bukan milik segelintir orang. Monas adalah milik seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Anies di Monas, Jakarta, Ahad (2/12).

Dalam kesempatan tersebut, Anies bersyukur dalam satu tahun kepemimpinananya, satu per satu janji kampanyenya terlaksana. Di antaranya, menghentikan reklamasi, DP Rumah 0 Rupiah dan menutup tempat-tempat kemaksiatan.

“Saudara-saudara, itu semua dilakukan tanpa kekerasan. Hanya dengan selembar kertas dan tanda-tangan. Karena itu, jangan anggap remeh politik. Dengan politik yang dipimpin oleh hikmah dan kebijaksanaan, kita akan merasakan manfaat yang tidak ternilai,” kata Anies.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here