Fahri Sebut DPR Belum Independen

Catatan serius untuk lembaga legislatif: perlu evaluasi mendalam terkait independensinya.

Indonesiainside, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut independensi legislatif amatlah penting. Terutama dalam menjalankan peran pengawasan dan kritik kepada pemerintah. Namun nyatanya, kata Fahri, independensi ini kurang bisa dioptimalisasi.

“Kuasa eksekutif menurut saya di atas 50 persen apalagi eksekutif punya instrumen Perppu,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Desember 2018.

Hal ini, kata dia, menjadi catatan serius untuk lembaga legislatif. Artinya, perlu evaluasi mendalam terkait independensi legislatif. Misalnya terkait fungsi penganggaran oleh DPR.

“Fungsi budgeting di DPR ini lemah sekali sekali karena proposalnya dari pemerintah dan begitu datang proposal itu fix,” bebernya.

Untuk itu, ia menyebut ada beberapa usulan guna meningkatkan independensi DPR. Pertama, yakni rancangan undang-undang tentang lembaga perwakilan, khususnya terkait sekretariat.

Kedua, imbuh Fahri, perlunya perlindungan UU untuk wilayah budgeting DPR. “Ada juga usulan supaya kita membentuk melalui RUU Etika Lembaga Perwakilan tidak hanya memberdayakan DPR pusat tapi juga DPRD,” jelas Fahri.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here