Pemerintah Tidak Boleh Mentolerir Teroris Separatis

 

Pemerintah perlu transparan menjelaskan kepada publik kenapa sekarang kelompok separatis OPM dilabeli sebagai KKB/KKSB (kelompok kriminal bersenjata/kelompok kriminal sipil bersenjata)?

 

Indonesiainside.id, Papua — Kasus terbunuhnya 31 pekerja PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek Trans Papua oleh kelompok separatis OPM (Organisasi Papua Merdeka) adalah peristiwa yang sangat patut dikecam. Pembunuhan yang dilakukan oleh separatis OPM sangat brutal, kejam dan biadab terhadap warga sipil.

Pengamat Intelijen dan Terorisme dari CIIA (The Community Of Ideological Islamic)
Harits Abu Ulya mengatakan, aksi brutal pembunuhan yang dilakukan kelompok separatis OPM bukanlah aksi spontanitas, melainkan aksi yang sudah direncanakan untuk mencapai target-target kepentingan mereka.

“Bisa jadi aksi brutal dan terorisme yang OPM lakukan adalah pesan kepada pemerintah Indonesia dan publik bahwa mereka masih eksis dan terus bergerilya melakukan perlawanan,” ujar Harits kepada *Indonesiainside* di Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut dia, OPM mengambil momentum sekitar 1 Desember sebagai hari penting bagi perjuangan mereka. Sebagaimana publik ketahui, di saat 1 Desember di beberapa kota seperti Surabaya, komponen atau anasir dari kelompok separatis OPM melakukan unjuk rasa menuntut kemerdekaan.

“Publik tentu menunggu ketegasan dan keseriusan pemerintah Jokowi untuk menumpas ancaman aktual dalam wujud teroris separatis yang beroperasi di wilayah Papua dan seluruh sayap underbow-nya yang gerak senyap di berbagai instansi dan wilayah di Indonesia,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here