Demokrat: Masalah Utama Papua adalah Kesenjangan

Para pelaku jasa konstruksi lokal di daerah Nduga hampir tidak pernah terdengar mendapatkan serangan dari kelompok bersenjata. Lalu mengapa PT. Istaka Karya justru bernasib berbeda?

Indonesiainside.id, Jakarta — Penyerangan terhadap pekerja PT. Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di daerah Nduga menewaskan 31 orang pekerjanya. Apa benar penembakan tersebut sekedar bermotif untuk membunuh para pekerja infrastruktur di daerah Nduga?

Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Wilem Wandik menanyakan alasan KKB menembak dan membunuh para pekerja di PT. Istaka Karya, terlebih daerah Nduga terdapat puluhan perusahaan lokal, yang juga dalam kesempatan lain, ikut mengerjakan proyek infrastruktur dalam skala kecil, misalnya paket belanja dari APBD Daerah.

“Padahal di sana juga terdapat segelintir pelaku jasa konstruksi lokal diundang oleh kontraktor pemenang tender proyek APBN, untuk ikut serta menjadi sub kontrak, dengan upah seadanya, yang disediakan dari pemenang tender nasional,” ujar Wilem di Jakarta, Kamis (6/12).

Sejak setahun yang lalu, saat tim DPR RI dari Dapil Papua, menginvestigasi sejumlah tender lelang proyek infrastruktur yang dikerjakan di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, tender lelang tersebut berada langsung di bawah wewenang Balai Besar Jalan dan Jembatan Provinsi Papua, yang bertanggung jawab langsung ke Kementerian PUPR di Jakarta.

“Yang menarik adalah, sebagian besar proses tender tersebut, melibatkan perusahaan-perusahaan jaskon yang berasal dari luar Papua,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here