Abdullah Hehamahua: Korupsi Menggurita di Era Reformasi

Source: Gatra

Tindak pidana korupsi yang terjadi pada saat sekarang ini dinilainya lebih parah karena tidak ada institusi dan lembaga negara yang tidak terlibat korupsi. Lebih 800 pejabat, pengusaha dan elit politik yang ditangkap KPK sejak 2005 sampai sekarang menunjukkan seakan-akan ada peternakan koruptor.

Indonesiainside.id, Jakarta — Masyarakat dunia akan memeringati Hari Anti Korupsi pada 9 Desember mendatang. Berbagai talkshow, diskusi dan acara seremonial digelar di Tanah Air untuk memeringatinya, termasuk diskusi bertajuk “Jangan Lupakan Korupsi Soeharto” yang diselenggarakan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Menanggapi diskusi itu, mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupai (KPK) Abdullah Hehamahua mengatakan, korupsi sama seperti pelacuran, ada terus sepanjang kehidupan manusia, bahkan pada zaman para nabi dan rasul sekalipun. Bedanya, pada jaman para nabi dan rasul, korupsi dapat diminimalisasi dan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, apalagi pada jaman nabi Muhammad Saw dan khulafah Ar-Rasyidin.

Menurut dia, korupsi di Indonesia terjadi di semua era pemerintahan, dari era Orde Lama sampai Era Reformasi. Lebih jauh ia mengatakan, tindak pidana korupsi yang terjadi pada saat sekarang ini lebih parah karena tidak ada institusi dan lembaga negara yang tidak terlibat korupsi. Lebih 800 pejabat, pengusaha dan elit politik yang ditangkap KPK sejak 2005 sampai sekarang, seakan-akan ada peternakan koruptor.

“Sehingga hampir setiap bulan KPK menangkap koruptor melalui operasi tangkap tangan (OTT),” ujar Abdullah kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Jumat (7/12).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here