Haikal Hassan: Partai Berkarya Potensi Menjadi Besar

“Normal nggak ICW mengungkap korupsi orang yang sudah meninggal dan mengejar aset-aset yang digunakan untuk pembangunan seluruh masyarakat?,” tanya Haikal. Indonesiainside.id, Jakarta — Banyak tuduhan tak berdasar menerpa Soeharto. Dikatakan sebagai guru korupsi Indonesia, dan disebut menempati peringkat pertama dalam pemerintahan yang memiliki kasus korupsi. Menanggapi hal ini, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Haikal Hassan Baras menjelaskan, justru korupsi besar-besaran terjadi pada zaman sekarang. “Normal nggak ICW mengungkap korupsi orang yang sudah meninggal dan mengejar aset-aset yang digunakan untuk pembangunan seluruh masyarakat?,” tanya Haikal usai menghadiri diskusi Indonesia Corruption Watch (ICW) bertajuk ‘Jangan Lupakan Korupsi Soeharto’ di kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Kamis (6/12). Seharusnya, lanjut Haikal, ICW fokus dalam membahas korupsi sejak zaman Megawati hingga Presiden Joko Widodo yang saat ini menjabat. Di antaranya kasus kapal tanker Pertamina, BLBI dan Bank Century. “Bagaimana ceritanya orang-orang pengusaha dan penguasa saat ini berkomplot untuk menggenjot, menggenjet dan menekan kehidupan rakyat. Kan berasa makin susah. (Diskusi) ini nggak mutu gitu lho,” katanya. Haikal menduga menjelang tahun politik ada motif pihak tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan partai yang diinisiasi oleh keluarga Cendana, yakni Partai Berkarya. “Motifnya iya menyerang Partai Berkarya. Dia takut Partai Berkarya besar. Kenapa? Karena potensinya luar biasa. Saya keliling daerah, orang pada simpati dengan Partai Berkarya. Partai Berkarya diidentikan dengan anak-anaknya Pak Harto,” ujarnya.
DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here