KH Aceng Zakaria: Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah

Ketua Umum PP PERSIS KH Aceng Zakaria. Foto: Istimewa.

“Sejak didirikan, Persis memilih menjadi gerakan dakwah dan pendidikan dalam bentuk Ormas Islam, bukan gerakan politik sebagai parpol,” ujarnya.

Indonesiainside.id, Bandung — Persatuan Islam (Persis) melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) ke-4 di Bandung. Acara ini resmi dibuka oleh Ketua Umum Persis KH Aceng Zakaria. Ia menegaskan, tantangan dakwah di tahun mendatang lebih dinamis, terutama terkait kepemimpinan.

“Tersisa 2 tahun ke depan. Ada dua hajat penting selama dua tahun ke depan. Kedua-duanya tentang suksesi kepemimpinan. Pertama, suksesi pemimpin di Indonesia, yaitu Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada tahun 2019. Kedua, hajat internal Jam’iyyah, yaitu Muktamar XVI tahun 2020. ini menjadi tantangan tersendiri,” ujar Kyai Aceng dalam keterangan tertulis yang diterima Indonesia Inside, Ahad (9/12).

Kyai Aceng mengingatkan Persis dalam berpolitik berpacu pada tokoh pendahulu. Menurutnya setiap generasi memiliki tantangan dakwah pada zamannya. Setiap generasi Persis memiliki corak dan sikap yang berbeda sesuai dengan situasi saat itu.

“Para pendahulu Persis sudah memberikan contoh bagaimana mereka bersikap. A Hassan bersentuhan langsung dengan Orde Lama yang kental dengan aroma Politik Nasakom. Pak Natsir, KH. Isa Anshori, Ustadz Abdurrahman, mereka harus berhadapan dengan rezim Orde Baru yang dari awal sudah tidak berpihak kepada Islam sampai dengan berakhirnya era Asas Tunggal,” tambahnya

Terkait sikap politik Persis, KH Aceng menegaskan jamiyyah memiliki corak dan gerakan dakwah tersendiri. Pasalnya, sebab bertahannya usia jamiyyah hingga kini, karena konsisten dalam pendidikan dan dakwah Islam.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here