Korban Gempa Lombok Tagih Janji Pemerintah

Terdampak gempa Lombok. Foto: H. Mohammad

Janji pemerintah membangun kembali hunian tetap (hutap) bagi warga Lombok yang terdampak gempa, mulai ditagih. Sejauh ini, yang dibangun adalah rumah-rumah semi-permanen, itu pun oleh relawan dan dan institusi non-pemerintah.

Indonesiainside.id, Mataram –Warga yang terdampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menagih janji-janji pemeritah, baik dari pusat maupun provinsi, Belum dibangunnya hutap itu dialami merata oleh masyarakat Pulau Lombok yang terdampak gempa. Mulai dari Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Timur.

Salah satunya adalah pengakuan dari Apink Alkaf, warga Desa Mambalan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Ia mengatakan belum ada satu pun terlihat upaya pemerintah dalam membangun huntap di wilayahnya.

“Di wilayah kami, huntap bantuan pemerintah itu belum ada,” ujar inisiator komunitas relawan Mata Kali yang mendedikasikan kegiatan kemanusiaannya untuk mendampingi korban gempa di wilayah Lombok Barat bagian Utara tersebut.

Meski demikian, Apink yang telah bergerak bersama kelompok pemuda dari desanya ini membantu korban gempa dengan cara mandiri. Berbagai bantuan para donatur dimanfaatkannya bersama komunitas relawan Mata Kali untuk membangun berbagai fasilitas kebutuhan korban gempa.

“Sekarang kita sedang membangun beberapa masjid di sejumlah titik desa. Jadi tidak hanya di desa kami saja, desa yang ada di sekitaran juga menjadi progres kami menyalurkan bantuan dari donatur,” ujarnya.

Selain masalah hunian, mata pencarian warga yang terdampak gempa juga nyaris tak bergerak. Para petani memang mulai menggarap lahan mereka, tapi bagi mereka yang bekerja di sektor informal, masih belum sepenuhnya kembali. Juga, para sopir taksi sangat merasakan dampak dari gempa. “Penghasilan kami droup 60% jika dibanding sebelum terjadi gempa,” begitu kata Jamal, sopir taksi , kepada Indonesiainside.id.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here