BMKG DIY : 16 Kecamatan Di Yogyakarta

Foto : Tribun Jogja - Tribunnews.com

BKMG DIY merilis, 16 kecamatan dari 78 kecamatan yang ada di wilayah ini rawan longssor. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor dan jatuh korban pihaknya memasang alat deteksi pergerakan tanah longsor di semua Kabupaten.

Indonesiainside.id, Jogja — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat, dari 78 kecamatan di DIY, 16 kencamatan diantaranya kawasan rawan longsor.

Kepala Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Danang Samsurizaldi, Minggu (9/12//2018) di Yogyakarta menjelaskan, untuk peringatan dini itu, kini BPBD DIY mulai memasang peralatan deteksi longsor. Namun karena keterbatasan biaya, untuk tahap awal ini menyelesaikan pemasangan satu paket di tiga desa.

°Pemasangan baru di tiga desa pada November, karena harganya juga mahal sehingga baru sebagai percontohan dulu,¡± kata Danang.

Menurut dia, satu paket piranti canggih pendeteksi gerakan tanah itu terdiri atas inklinometer yang berfungsi mengukur kemiringan bidang tanah, ekstensometer untuk mendeteksi pergerakan tanah, serta Soil Moistur untuk mengukur kelembaban atau kadar air pada tanah.

Lokasi pemasangan alat itu yakni Desa Selopamioro, Wonolelo (Kecamatan Imogiri), dan Srimanganti (Kecamatan Piyungan) Kabupaten Bantul.

Ke depan alat canggih tersebut ditargetkan dapat dipasang di 16 kecamatan di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kulonprogo di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dinilai memiliki risiko tinggi menghadapi bencana tanah longsor selama musim hujan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here