TAMBAK Laporkan Sekjen PSI ke Bawaslu

Apni Yulia Sari (kedua dari kiri) melaporkan Sekjen PSI Raja Juli atas dugaan pelanggaran Pemilu. Foto: Ahmad Z.R.

Sebut Soeharto simbol korupsi, Raja Juli dinilai melakukan pelanggaran kampanye.

Indonesiainside.id, Jakarta — Tim Advokat Muda Berkarya (TAMBAK) melaporkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena ucapannya yang mengatakan Soeharto adalah simbol korupsi.

Pelapor Apni Yulia Sari mengatakan, pernyataan Juli sangat menyakitkan dan tidak bisa diterima, karena sesuai fakta dan kenyataannya, Soeharto banyak memberikan sumbangsih dan jasanya bagi negara kesatuan Republik Indonesia. Terlebih sampai saat ini tidak ada satupun putusan Pengadilan yang menyatakan bahwa Soeharto terbukti melakukan korupsi.

Apni tiba di Bawaslu sekitar pukul 14.00 bersama tim kuasa hukum dan menyampaikan laporan kepada Pusat Pelaporan Pelanggaran Pemilu Bawaslu. Sekitar satu jam, laporan diterima oleh pihak Bawaslu dengan nomor surat: 26/LP/PP/RI/00.00/XII/2018. Dalam pelaporannya, ia membawakan bukti video dan capture ucapan Raja di beberapa media massa.

“Kami menyampaikan kepada Bawaslu anggota dari Tim Kampanye Nasional (TKN-Jokowi-Maruf) Raja Juli Antoni melontarkan kalimat Bapak Soeharto adalah simbol korupsi,” ujarnya.

Raja Juli diduga melakukan pelanggaran kampanye, yakni melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf C, D, dan E Jo Pasal 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Apni menuturkan, pernyataan Raja tidak dapat diterima oleh nalar dan akal sehat karena dapat diartikan bahwa tindakan korupsi dilakukan pada saat kapan dan oleh siapa pun.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here