Berkarya: Kami Tidak Ingin Ada DPT Siluman

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kanan) memastikan tidak ada DPT siluman yang dapat mengganggu jalannya Pemilu 2019 mendatang. Foto: Ahmad Z.R.

Sekjen Partai Berkarya Priyo bersama empat perwakilan lainnya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur mempertanyakan 31 juta data yang diajukan Kemendagri melalui Dukcapil kepada KPU dan Bawaslu.

Indonesiainside.id, Jakarta — Lima Sekjen Partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur melakukan pertemuan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Gedung Bawaslu, Jakarta.

Dalam pertemuan Senin (10/12) malam, kelima Sekjen ingin menuntaskan persoalan daftar pemilih tetap (DPT) yang hingga kini masih menyisakan banyak persoalan.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan sejak awal pihaknya memastikan agar tidak ada DPT yang tercecer dan tertinggal bagi seorang warga negara pun untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

“Di antara konsen kami adalah soal akurasi DPT. Sebab, KPU akan melakukan pleno menetapkan DPT itu menjadi tetap karena tetap itu ada tetap satu, dua, tiga nanti nggak tetap-tetap. Nah, masih ada waktu menjelang kesana. Karena itulah kami berdialog dengan KPU dan Bawaslu,” ujarnya di Jakarta.

Hinca menjelaskan hal utama dalam Pemilu adalah semua pemilih merasa nyaman karena namanya tercantum dalam DPT. Terutama soal isu 31 juta data Kemendagri yang diajukan melalui Dukcapil. Ujung dari semua itu agar semuanya terlegitimasi baik. Mulia dari KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu yang mengawasi dan Parpol untuk mencermati data itu secara lengkap, detail dan memiliki metode yang sama.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here