100 Kilometer Jalan Kabupaten Rusak Akibat Penambangan

Sedikitnya 100 kilometer jalan kabupaten di sejumlah tempat di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta hancur akibat digunakan sebagai jalur tambang. Sementara retribusi yang diperoleh Pemda Kabupaten Kulonprogo, dari sektor penambangan hanya sekitar Rp. 16 miliar per tahun, dan hanya cukup untuk membiayai perbaikan jalan sekitar 8 kilometer.

Pendapatan Pemda Kulonprogo sebesar itu sudah termasuk retribusi dari tambang-tambang ilegal yang mestinya secara aturan tidak selayaknya dipungut retribusinya. “ Ini dilematis, mosok tambang ilegal dipungut retribusi. Sepertinya Pemda Kulonprogo melegalisasi  hasil tambang dari penambangan ilegal,” kata Priyo Santoso, SH, Anggota DPRD Kulonprogo Fraksi PAN.

Hancurnya jalan-jalan kabupaten tersebut penyebab utamanya karena penambangan bekerja over time, bahkan banyak yang melakukan kegiatan hingga 24 jam, angkutan tambang over tonase yang semestinya hanya 6 ton menjadi rata-rata 8 ton. Para penambang mengangkut hasil tambang dalam kondisi basah hingga membuat jalan basah mudah ambrol dan becek.

“Masyarakat sangat dirugikan, karena yang menikmati hasil tambang hanya segelintir orang ribuan warga terkena dampaknya. “ ujar Priyo Santoso.

Sementara Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Kulonprogo, Arif Prastowo, SH menyatakan, sesuai Perda No 102 Tahun 2018 Tentang Tambang Dan Minerba, mestinya penambang juga wajib melakukan perbaikan jalan yang rusak. Jika penambang nekad maka istansi terkait seperti Dinas Pekerjaaan Umum dan Perhubungan, bisa menghentikan kegiatan penambangan yang dirasa melanggar aturan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here