Perlindungan Pengguna Narkoba melalui Dekriminalisasi

Diskusi Publik di DPR bahas dekriminalisasi pengguna narkoba, Rabu (12/12). Foto Ahmad Z.R.

Sejak tahun 2000-an, seiring dengan perkembangan dan perluasan layanan kesehatan pengguna napza di Indonesia, pemerintah memperoleh pengakuan global atas pendekatan yang progresif itu. Tidak jarang Indonesia menjadi tempat bagi negara Iain untuk belajar penanganan HIV dan narkotika yang tepat sasaran dan efektif.

Indonesiainside.id, Jakarta — Status Indonesia Darurat Narkotika masih bergema hingga sekarang. Hasil Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di 34 Provinsi tahun 2017, Puslitdatin BNN RI 2017 menunjukkan data jumlah penyalahguna narkoba dalam setahun terakhir adalah 3.376.115 orang, dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,77% dari total penduduk Indonesia usia produktif 10 -59 tahun.

Dari jumlah tersebut, 57% di antaranya adalah pengguna narkoba yang baru sekali mencoba pakai, 27% pengguna narkoba yang sering memakai dan 16% pecandu berat. Semuanya dijebloskan ke tahanan dan berakhir di penjara dengan dampak lainnya.

Ada 15.000 orang pengguna yang meninggal per tahun dan jumlah kapasitas layanan rehabilitasi yang dinilai masih sangat minim baik dari komponen infrastruktur dan/atau SDM yang kompeten.

Anggota DPR RI Komisi IX Nova Riyanti Yusuf menuturkan, Undang-Undang No.35/2009 tentang Narkotika telah mengatur upaya perlindungan kesehatan khususnya bagi pengguna/pecandu narkoba melalui implementasi program rehabilitasi baik secara medis atau sosial.

“Namun, di dalam bagian mengenai pemidanaan, penggunaan narkoba masih diancam dengan pidana penjara,” katanya dalam Diskusi Publik di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (12/12).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here