Perlu Dipertimbangkan, Dekriminalisasi Pengguna Narkoba

Diskusi Publik di DPR bahas dekriminalisasi pengguna narkoba, Rabu (12/12). Foto Ahmad Z.R.

Pendekatan penghukuman sudah terbukti tidak menurunkan jumlah konsumen maupun produsen narkoba. Maka perlu pendekatan yang lebih berani dan inovatif.

Indonesiainside.id, Jakarta — Kegagalan mengendalikan narkoba yang masuk ke wilayah Tanah Air maupun yang diproduksi di tengah masyarakat, menjadi pengingat bahwa pemerintah perlu serius merefleksikan langkah-langkahnya selama ini.

Sekretaris Direktorat P2PMKJN (Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza) Kemenkes RI Fidiyansyah mengatakan, pihaknya mengusulkan agar dibuatkan suatu tempat rehabilitasi khusus sesuai dengan Pasal 54 Ayat (1). Dalam Pasal tersebut dikatakan, penyalahguna, korban dan pecandu wajib menjalani rehabilitasi.

Namun, ia mencatat tantangan dalam dekriminalisasi pengguna narkoba, di antaranya kebutuhan pendanaan akan meningkat sedangkan terapi Napza tidak mendapatkan tanggungan BPJS dan kebutuhan akses layanan rehabilitasi akan meningkat.

“Maka itu, perlu dipertimbangkan sarana dan prasarana rehabilitasi medis untuk memfasilitasi penyalahguna yang akan masuk ke dalam rehabilitasi selain korban dan pecandu narkotika,” katanya dalam Diskusi Publik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12).

Dalam kesempatan sama, Deputi Bidkoor Pollugri Kemenko Polhukam RI Lutfi Rauf menuturkan, peningkatan ancaman narkotika merupakan ancaman terhadap kesehatan, kesejahteraan dan pembangunan. Karena itu, butuh upaya sinergitas dan kerja keras semua pihak untuk mengatasi masalah ini.

“Masalah yang kita hadapi sekarang pendekatannya lebih kepada law enforcement. Kalau kita lihat di Indonesia, memang Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba dimana hampir 6 juta pengguna aktif. Dan korban meninggal mencapai 50 orang per hari. Artinya, tidak ada satu negara yang dapat menyelesaikannya secara sendiri-sendiri,” ujar dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here