Proyek Infrastruktur Papua Minim Serap Tenaga Kerja Lokal

Penyerapan tenaga kerja lokal yang masif dapat menurunkan sentimen negatif warga Papua terhadap pemerintah pusat

Warga Papua Butuh Komitmen Pemerintah Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Indonesiainside.id, Jakarta – Pembangunan infrastruktur di Provinsi paling timur Indonesia menyisakan sejumlah masalah. Salah satu yang paling krusial soal peran serta tenaga kerja lokal yang minim.

Pemerintah Jokowi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim jika tenaga kerja lokal keterampilannya masih kurang. “Keterampilan yang rendah menghambat warga Papua terserap menjadi tenaga kerja infrastruktur,” kata Dirjen Bina Konstruksi PUPR, Syarif Burhanuddin, seperti dilansir BBC, Selasa (12/12).

Syarif menambahkan, proyek dengan biaya APBN cenderung menggunakan tenaga terampil yang lulus uji kompetensi. Itu terbatas sekali di Papua, lanjutnya, jadi lebih banyak tenaga kerja dari luar.

“Untuk pekerjaan jembatan misalnya, memang membutuhkan tenaga terampil,” tegasnya.

Pemerintah sendiri berulang kali menyatakan menggiatkan beragam proyek infrastruktur di Papua. Namun warga lokal yang ikut bekerja dalam berbagai proyek itu sangat minim. Proyek pembangunan dua jembatan di Kabupaten Nduga yang diserang kelompok bersenjata awal Desember lalu pun disebut tak melibatkan warga lokal.

Syarif menuturkan, situasi serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Papua, tapi juga sejumlah kawasan lain, salah satunya Nusa Tenggara Barat. Perusahaan pemenang lelang proyek biasanya telah memiliki sederet pekerja terampil, baik bersertififat maupun tidak. Para pekerja itulah yang datang ke lokasi proyek.

Meski begitu, Syarif menyebut perusahaan pemenang lelang biasanya juga mempekerjakan warga lokal sebagai tenaga pembantu, tentu dengan standar upah yang berbeda. “Jadi ada proses pembelajaran agar warga lokal nantinya juga jadi tenaga terampil,” tuturnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here