Presiden Maduro Tuding Amerika Hendak Membunuhnya

Tak Laku, Uang Venezuela Dijadiin Tas

Venezuela Menuduh AS Merencanakan Pembunuhan Atas Presiden Maduro

Indonesiainside.id, Jakarta – Hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas. Pasalnya, sang presiden Nicholas Maduro menuding kaki tangan AS berupaya membunuh dan menggulingkan pemerintahannya.

“John Bolton ditugaskan mengatur pembunuhan saya, mengerahkan pasukan asing, dan memasang pemerintahan transisi di Venezuela,” ujar Maduro.

Meski tidak secara jelas memaparkan buktinya, Maduro, menyatakan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, terlibat secara pribadi dalam penyusunan rencana tersebut. Dirinya mengklaim masih memiliki dukungan yang kuat dari rakyat dan siap melawan dengan bantuan sekutunya.

Keberanian Maduro tersebut tidak lepas dari kedatangan dua pesawat pengebom Rusia Tu-160 di Venezuela, awal pekan ini. Keberadaan dua pesawat yang mampu mengangkut senjata nuklir tersebut merupakan bagian dari latihan angkatan udara.

“Kami punya sahabat-sahabat yang membela hubungan bermartabat dan seimbang,” kata Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, seperti dikutip BBC, Kamis (13/12).

Krisis di negeri kaya minyak itu telah menyebabkan lebih dari dua juta orang pergi meninggalkan negaranya sejak 2014. Jumlah itu setara dengan 7 % dari seluruh populasi Venezuela.

Venezuela sendiri menuding AS telah melancarkan perang ekonomi demi mengakhiri sosialisme yang telah berkuasa di negara itu hampir 20 tahun. Melalui kebijakan-kebijakan dan beragam sanksi dari AS atas inflasi tinggi, kekurangan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here