Destinasi Wisata Sunda Kelapa Masih Dipandang Sebelah Mata

Para pekerja sedang beraktivitas di pelabuhan Sunda Kelapa. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Sekar Chamdi, pegiat sejarah dan budaya Komunitas Sunda Kelapa Heritage (SKH) melihat banyak masalah besar yang menghambat pengembangan Sunda Kelapa menjadi objek wisata unggulan ibu kota.

Indonesiainside.id, Jakarta — Bagi sebagian masyarakat Jakarta, masih sering terjadi salah kaprah saat kita menyebut Sunda Kelapa. Tanpa embel-embel pelabuhan, maka orang akan mengira bahwa Sunda Kelapa adalah sebuah masjid di kawasan Menteng, Jakarta Selatan.

Padahal, Sunda Kelapa menyimpan sejarah panjang bagi perkembangan ibu kota Jakarta. Pelabuhan yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara ini merupakan cikal bakal Jakarta metropolis era sekarang ini.

Kala itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan Kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan Pajajaran (sekarang Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon.

Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara. Dari pelabuhan inilah rempa-rempah nusantara diedarkan ke seluruh penjuru dunia.

Sayangnya, kemolekan Sunda Kelapa sebagai destinasi wisata masih dipandang sebelah mata. Kalau kita berkunjung, maka yang kita dapati kesibukan tronton yang mondar-mandir, para kuli angkut yang sedang berpeluh-peluh. Debu dan panas terik matahari tak bisa dihindari.

Sekar Chamdi, pegiat sejarah dan budaya Komunitas Sunda Kelapa Heritage (SKH) melihat banyak masalah besar yang menghambat pengembangan Sunda Kelapa menjadi objek wisata unggulan ibu kota.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here